MSCI Bekukan Saham Indonesia, Bennix Duga Ada Pola Sama dengan Kejatuhan Yunani

4 hours ago 21

loading...

Founder Bennix Investor Group, Benny Batara menduga, ada pola yang sama antara kejatuhan bursa saham Indonesia usai diterpa isu Morgan Stanley Capital International (MSCI) dengan kehancuran ekonomi Yunani. Foto/Dok

JAKARTA - Founder Bennix Investor Group, Benny Batara menduga, ada pola yang sama antara kejatuhan bursa saham Indonesia usai diterpa isu Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) dengan kehancuran ekonomi Yunani. Seperti diketahui peringatan MSCI terkait isu investability dan transparansi kepemilikan saham di bursa Indonesia memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ).

Dalam postingan di media sosial @bennixdaily, Ia menduga sejarah sedang berulang, dimana MSCI diduga menggunakan pola yang sama dengan IMF saat menghancurkan Yunani. Menurutnya semua itu dimulai dengan kejatuhan mata uang dan pasar saham secara sistematis supaya elit global bisa beli aset berharga dengam harga diskon.

Baca Juga: Bos BEI Iman Rachman Mundur, Purbaya: Ini Sinyal Positif, saatnya Serok-serok

"Tau ngak sih kejadian hari ini MSCI melakukan serangan ke bursa saham Indonesia, sebenarnya juga ada pola yang sama ketika IMF menghancurkan ekonomi Yunani. Pertama nilai tukar mata uangnya dihancurkan, kedua bursa efeknya dibinasakan pakai MSCI juga. Baru setelah itu masuklah dana-dana asing, membeli aset-aset dengan harga diskon," terang Bennix seperti dikutip, Sabtu (31/1/2025).

Selanjutnya Benny Batara menjanjikan bakal membuka secara lebih detail tentang strategi MSCI, dan IMF, serta apakah ada pola yang sama dengan krisis di Yunani, Argentina. "Bagaimana negara-negara berkembang diserang dan apakah Indonesia masuk dalam target selanjutnya," ungkapnya.

Baca Juga: Penyegaran Otoritas Pasar Modal di Tengah Badai MSCI, Kepercayaan Investor Bakal Pulih?

Sebagai informasi koreksi tajam IHSG pada akhir Januari 2026 dinilai dipicu oleh sinyal negatif dari lembaga keuangan global, namun berakar pada persoalan tata kelola pasar modal domestik yang kronis. Penurunan ini menyusul keputusan MSCI untuk membekukan sementara penyesuaian indeks bagi saham-saham Indonesia.

Dalam pengumumannya, MSCI menyoroti tiga masalah utama, yakni ketidakjelasan struktur kepemilikan, rendahnya free float efektif, dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang merusak mekanisme pasar. Kebijakan sementara ini disertai sinyal potensi penurunan kasta bursa saham Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market.

(akr)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |