loading...
Metode terbaru dalam penanganan varises, khususnya melalui teknologi laser EVLA (Endovenous Laser Ablation). Foto/Healthline.
JAKARTA - Klinik Indonesia Vein Center menggelar workshop bertajuk “Efisiensi dan Presisi Penanganan Varises dengan Laser: Solusi Minimal Invasif Masa Kini”. Workshop ini bertujuan mengedukasi tenaga medis, praktisi kesehatan, serta masyarakat umum mengenai metode terbaru dalam penanganan varises, khususnya melalui teknologi laser EVLA (Endovenous Laser Ablation).
Workshop ini membahas secara komprehensif bagaimana perkembangan teknologi medis saat ini memungkinkan penanganan varises dilakukan secara lebih efisien, presisi, dan minim risiko, dibandingkan metode konvensional seperti operasi terbuka.
Melalui metode modern Laser EVLA minimal invasif, pasien kini dapat menjalani tindakan dengan rasa nyeri yang jauh lebih minimal, tanpa rawat inap, serta waktu pemulihan yang lebih cepat.
Baca juga: Waspada Varises, Ancaman Tersembunyi di Balik Kaki Cantik
Kegiatan ini menghadirkan tiga dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular dan endovaskular (BVE) yang telah berpengalaman di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Harsya Dwindaru Gunardi dengan topik Terapi Konservatif Chronic Venous Insufficiency (CVI).
Dalam paparannya, dr. Harsya menekankan bahwa pemahaman dasar mengenai CVI sangat penting sebelum menentukan jenis terapi lanjutan. “Tidak semua kasus varises harus langsung ditangani dengan tindakan invasif. Terapi konservatif seperti perubahan gaya hidup, penggunaan stoking kompresi, serta edukasi pasien tetap menjadi fondasi utama dalam penanganan CVI,” ujar dr. Harsya.
Varises sendiri merupakan kondisi pelebaran dan kerusakan katup vena yang menyebabkan aliran darah tidak optimal, terutama pada area tungkai. Gejalanya bisa berupa pembengkakan, nyeri, rasa berat di kaki, hingga perubahan warna kulit.
Pada kondisi tertentu, varises juga dapat menimbulkan luka kronis (ulkus) yang sulit sembuh. Untuk itu, Klinik Indonesia Vein Center menekankan pentingnya deteksi dini dan pemilihan metode penanganan yang tepat.


















































