Awal Puasa Ramadan Berpotensi Berbeda, Menag Harap Tak Ada Perdebatan di Masyarakat

14 hours ago 24

loading...

Menag Nasaruddin Umar berharap perbedaan awal puasa Ramadan tidak memicu perdebatan. Foto/SindoNews

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara ihwal adanya kemungkinan perbedaan terkait pelaksanaan awal Ramadan 1447 hijriah. Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan.

Nasaruddin menegaskan Indonesia telah berpengalaman menyikapi perbedaan penetapan 1 Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Indonesia tetap rukun dan telah berpengalaman dalam perbedaan penentuan 1 Ramadan pada tahun sebelumnya. Kita berpengalaman menyatu di tengah perbedaan,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Menag: Sidang Isbat Tetap Jadi Mekanisme Resmi Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan

Oleh karena itu, Nasaruddin berharap masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif. “Saya berharap tidak ada perdebatan di masyarakat. Marilah kita hidup rukun di tengah perbedaan,” ujarnya.

Lihat video: Jelang Sidang Isbat Awal Ramadan, MUI: Akan Terjadi Awal Puasa yang Berbeda

Nasaruddin juga menyinggung perkembangan gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai didorong di sejumlah negara dan forum internasional seperti OKI, yang menggunakan pendekatan visibilitas global. Namun untuk saat ini, Indonesia tetap berpegang pada kriteria yang disepakati bersama MABIMS sebagai dasar penetapan resmi pemerintah.

Dengan pendekatan ilmiah, musyawarah, dan semangat kebersamaan, pemerintah berharap penetapan awal Ramadan 1447 H dapat diterima dengan bijak oleh seluruh elemen masyarakat.

(cip)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |