Hilal Awal Ramadan 2026 Tidak Terlihat di Papua

11 hours ago 27

loading...

Ilustrasi pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadan 1447 Hijriah. Foto/SindoNews

PAPUA - Posisi hilal dipastikan tidak tampak keberadaannya saat matahari terbenam di bagian timur Indonesia, persisnya di Sorong, Papua pada Selasa (17/2/2026) sore. Hal demikian dipastikan sesuai Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua dan Tim Falakiyah, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pengadilan Agama menggelar pemantauan hilal awal bulan Ramadan 1447 Hijriah di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Berdasarkan data BMKG Kota Sorong, tinggi hilal tercatat minus 2,1 derajat dengan elongasi 1,63 derajat. Kondisi ini membuat hilal tidak teramati hingga batas akhir pemantauan hingga pukul 18.32 WIT.

Kepala Kemenag Kota Sorong Muhadar Wailegi menyatakan bahwa hasil pemantauan hilal pada sore hari ini akan segera dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan Sidang Isbat penentuan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Baca juga: Soal Beda Awal Puasa, Yenny Wahid Tegaskan Pentingnya Hormati Perbedaan

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan, hilal pada Selasa (17/2/2026) hari ini mustahil terlihat. Hilal masih dalam posisi minus 2 derajat.

"Kalau kita lihat perhitungan teknologi saat ini, wujud hilal (saat terbenam matahari di Indonesia) masih dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik. Jadi hampir mustahil bisa dirukyat,” kata Menag, Selasa (17/2).

Posisi hilal tersebut masih di bawah kriteria yang ditetapkan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) yakni minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam, dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.

(rca)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |