loading...
Mekar Ecosystem melalui PT Mekar Investama Teknologi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Future Fuel Limited dalam rangkaian 11th Belt and Road Summit di Hong Kong pada 9 September 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Mekar Ecosystem memperkuat ekspansi bisnis melalui pengembangan kemitraan strategis di sektor Sustainable Aviation Fuel (SAF) serta penguatan peran dalam ekosistem family office. Langkah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan menghubungkan modal, teknologi, dan aset produktif untuk menciptakan peluang pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami bersyukur atas berbagai pencapaian Mekar dalam rangkaian kegiatan ini. TOP GRC Awards 2026 menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan serta keberlanjutan bisnis, sementara kemitraan dengan Future Fuel Limited menunjukkan langkah nyata kami dalam membawa pendekatan tersebut ke sektor riil, khususnya melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan sustainable energy,” ujar Chief Executive Officer PT Mekar Investama Teknologi Pandu Aditya Kristy dalam keterangannya Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kembangkan SAF Berbasis Minyak Jelantah di Kilang Cilacap
Mekar Ecosystem melalui PT Mekar Investama Teknologi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Future Fuel Limited dalam rangkaian 11th Belt and Road Summit di Hong Kong pada 9 September 2026. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mengembangkan rantai nilai SAF lintas negara dengan menghubungkan sumber daya dan kapabilitas produksi bahan baku di Indonesia dengan ekosistem penerbangan, keuangan, dan inovasi di Hong Kong.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengumpulan, pengolahan, dan ekspor lipid serta green feedstocks dari Indonesia, perdagangan dan pasokan certified green ethanol, hingga pendirian Alcohol-to-Jet Research and Development Centre di Hong Kong. Kerja sama juga mencakup investasi fasilitas produksi SAF di Hong Kong serta transfer teknologi dan dukungan operasional untuk fasilitas produksi SAF di Indonesia.
Menurut Pandu, kemitraan tersebut menjadi langkah untuk memperluas peluang Mekar di sektor energi berkelanjutan sekaligus memperkuat konektivitas antara sumber daya, teknologi, modal, dan aset produktif. Strategi itu dinilai menjadi bagian dari upaya perusahaan membawa model bisnis berbasis ekosistem ke sektor riil yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

















































