loading...
Integrasi layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik melalui pendekatan hybrid banking mendorong volume transaksi nasabah. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Integrasi layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik melalui pendekatan hybrid banking mendorong volume transaksi nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tumbuh hingga 60% dalam tiga tahun terakhir. Strategi tersebut dinilai mampu memberikan fleksibilitas kepada nasabah untuk memilih kanal layanan sesuai kebutuhan sekaligus memperkuat pengalaman perbankan.
“Transformasi digital dan kehadiran kantor cabang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman perbankan yang relevan. Kami ingin memastikan nasabah senantiasa memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih kanal layanan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka,” kata Kepala Pendukung Operasi Wilayah VI BCA Lenny Cendra, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Hingga akhir Juni 2026, BCA melayani 42 juta rekening nasabah melalui dukungan layanan digital seperti myBCA dan BCA mobile, jaringan 1.272 kantor cabang, serta lebih dari 20.000 mesin ATM dan CRM yang tersebar di Indonesia. Pertumbuhan aktivitas transaksi tersebut turut menopang penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan.
Pada semester I 2026, total DPK BCA tumbuh 7,9% secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun. Kinerja tersebut mencerminkan tetap kuatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan perbankan, baik melalui kanal digital maupun jaringan fisik.
Di tengah peningkatan penggunaan layanan digital, BCA tetap memperkuat jaringan kantor untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang memerlukan pendampingan secara langsung. Salah satunya dilakukan melalui peresmian gedung baru sekaligus peningkatan status KCP Kemiling di Bandar Lampung, Lampung.

















































