loading...
Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam Rangka Penanaman Modal di Ternate, Maluku Utara. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat kemitraan industri dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku Utara untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha lokal. Penguatan kemitraan tersebut dilakukan seiring realisasi investasi di Maluku Utara yang mencapai Rp40,2 triliun pada Triwulan II 2026.
"Melalui kemitraan yang terarah, UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan standar, skala, dan daya saing. Pertemuan ini perlu dilanjutkan menjadi purchase order dan perjanjian kerja sama agar pengusaha lokal dapat tumbuh bersama investasi yang ada," ujar Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional Noor Sona Maesana Mushonnif dalam keterangan pers, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Kendalikan Limbah PLTU, IWIP Ubah Fly Ash Jadi Bahan Konstruksi
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam Rangka Penanaman Modal di Ternate, Maluku Utara. Kegiatan tersebut mempertemukan 160 pelaku UMKM dengan IWIP dan sejumlah tenant di kawasan industri untuk membuka akses terhadap peluang kemitraan, pembiayaan, serta rantai pasok industri. Pertemuan diisi talkshow mengenai penguatan ekosistem kemitraan dan pembiayaan inklusif, dua sesi business matching, serta pemberian penghargaan kepada lima UMKM mitra IWIP.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan pemerintah daerah terus membuka ruang bagi investasi yang bertanggung jawab sekaligus mendorong potensi ekonomi daerah, termasuk sektor kelautan, perikanan, dan perkebunan. Menurut dia, pertumbuhan investasi perlu memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kesempatan bagi pengusaha lokal.
"Pemerintah membutuhkan mitra untuk berkolaborasi memenuhi kebutuhan daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Kami ingin investasi yang berkembang di Maluku Utara juga membuka semakin banyak kesempatan bagi pengusaha lokal," kata Sarbin.
Peluang kemitraan kemudian dipertemukan secara langsung melalui business matching, dengan IWIP dan tenant memaparkan kebutuhan pengadaan barang dan jasa berdasarkan Scope of Work (SoW) serta Bill of Quantities (BoQ). UMKM diberi kesempatan memperkenalkan profil, produk, kapasitas, dan kesiapan usaha sekaligus membahas persyaratan pengadaan dengan calon mitra industri.
General Manager External Relations IWIP Yudhi Santoso mengatakan peluang bagi UMKM lokal untuk masuk ke rantai pasok perusahaan masih terbuka, mulai dari penyediaan bahan makanan, pakaian kerja, kebutuhan operasional, hingga logistik dan transportasi. Pada Kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun, sementara 77,6% belanja IWIP dilakukan di wilayah Maluku Utara.


















































