Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia

5 hours ago 18

loading...

AS mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. FOTO/AP

WASHINGTON - Perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) North American Blue Energy Partners (NABEP) akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. Penguasaan ladang minyak tersebut menjadi bagian dari kesepakatan produksi minyak berskala besar antara AS dan Venezuela yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

"Tidak hanya membuka peluang baru bagi pemerintah AS dan operator AS untuk memperoleh manfaat, kami juga membuka Amerika Serikat sebagai pasar bagi minyak yang sebelumnya dikirim ke China," kata seorang pejabat AS dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun

Dua pejabat AS mengatakan NABEP mendapatkan 14 kontrak baru dari Pemerintah Venezuela dan diperkirakan akan mengendalikan total 17 proyek minyak di negara tersebut. Perusahaan itu berencana mengembangkan proyek-proyek tersebut untuk memasok minyak ke pasar AS.

Dari 14 proyek baru tersebut, lima wilayah kerja sebelumnya dioperasikan perusahaan China melalui skema kerja sama yang dipromosikan pemerintahan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara satu ladang sebelumnya dikelola perusahaan Rusia. Dua proyek lainnya dioperasikan afiliasi Alex Saab, mantan orang dekat Maduro yang kini berada dalam tahanan AS.

Kesepakatan tersebut memperkuat posisi perusahaan AS dalam pengelolaan aset energi strategis Venezuela sekaligus mengurangi peran China dan Rusia yang selama bertahun-tahun memiliki kepentingan besar dalam sektor energi negara tersebut. Washington juga memperoleh peran lebih besar dalam menentukan arah produksi dan pemasaran minyak Venezuela.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |