Menuju Industri Logistik Rendah Karbon, Infrastruktur Energi Jadi Kunci Utama

5 hours ago 28

loading...

Foto: Doc. Istimewa

Pertumbuhan perdagangan, e-commerce, dan kebutuhan pengiriman yang semakin cepat mendorong perusahaan logistik mengoperasikan gudang, pusat distribusi, dan armada secara lebih intensif. Di saat yang sama, tekanan terhadap biaya operasional dan kebutuhan untuk menurunkan emisi membuat efisiensi energi menjadi semakin penting dalam pengelolaan bisnis logistik. Tantangannya, transisi menuju logistik yang lebih efisien tidak cukup dilakukan hanya dengan mengganti kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik. Elektrifikasi armada akan meningkatkan kebutuhan listrik baru, terutama pada gudang dan pusat distribusi. Perusahaan perlu mempertimbangkan kapasitas jaringan, kebutuhan charging, pola perjalanan kendaraan, jam operasional, hingga profil konsumsi energi fasilitas agar elektrifikasi tidak menambah beban puncak atau mengganggu aktivitas distribusi. Karena itu, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan bersama dengan pembangunan infrastruktur energi yang mendukung operasinya.

SUN sebagai mitra Sustainability-as-a-Service, melihat bahwa transisi menuju logistik rendah karbon perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Upaya dekarbonisasi tidak cukup dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau mengganti sebagian kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Perusahaan juga perlu mengintegrasikan pembangkitan listrik, penyimpanan energi, pengisian daya, pemantauan, dan mobilitas dalam satu ekosistem energi yang efisien dan terukur.

Kebutuhan Energi Logistik Semakin Kompleks

Konsumsi energi sektor logistik tidak hanya berasal dari kendaraan. Gudang dan pusat distribusi membutuhkan listrik untuk penerangan, sistem pendingin, conveyor, peralatan pemindahan barang, otomasi, sistem keamanan, hingga teknologi informasi. Pada saat yang sama, sebagian besar armada distribusi masih bergantung pada bahan bakar fosil, sehingga biaya operasional tetap terpapar terhadap perubahan harga energi. Perubahan ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya elektrifikasi di berbagai sektor.

International Energy Agency (IEA) menyebut perkembangan konsumsi listrik global sedang memasuki era baru yang disebut sebagai Age of Electricity, seiring semakin luasnya penggunaan listrik pada transportasi, bangunan, dan industri. Bagi perusahaan logistik, tren tersebut berarti kebutuhan pengelolaan energi akan menjadi semakin kompleks. Pertumbuhan kendaraan listrik, cold storage, otomasi gudang, dan infrastruktur digital akan membuat listrik menjadi semakin penting dalam struktur operasional perusahaan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |