AS Coba Pengaruhi Pangeran Arab Saudi agar Dukung Serangan terhadap Iran

9 hours ago 21

loading...

AS dilaporkan sedang berupaya memengaruhi Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman agar mendukung serangan terhadap Iran. Foto/SPA

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang berupaya memengaruhi Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, agar mendukung serangan Amerika terhadap Iran.

Upaya tersebut diungkap seorang pejabat AS—yang diberi pengarahan tentang poin-poin pembicaraan untuk kunjungan Pangeran Khalid ke Washington—dan dua pejabat Arab yang akrab dengan diplomasi kepada Middle East Eye (MEE), Jumat (30/1/2026).

Pada kenyataannya, AS dan mitra-mitranya di Teluk tampaknya saling berbicara tumpang tindih, dengan pemerintahan Trump mendesak Riyadh untuk mendukung serangan tersebut, sementara Arab Saudi, bersama dengan Oman, Qatar, dan Turki, mendorong negosiasi.

Baca Juga: Bos Pentagon Melapor pada Trump: Militer AS Sudah Siap Menyerang Iran!

Axios pertama kali melaporkan kunjungan Pangeran Khalid ke Washington, bersamaan dengan kunjungan kepala intelijen militer Israel.

Pejabat AS yang mengetahui poin-poin pembicaraan untuk kunjungan Pangeran Khalid mengatakan kepada MEEbahwa diskusi pemerintahan Trump akan mencakup bagaimana serangan militer dapat mengurangi ancaman Iran terhadap mitra-mitranya di kawasan tersebut melalui proksi dan persenjataan rudal balistiknya. AS juga akan meyakinkan Riyadh tentang komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan jangka panjangnya.

Kedua pejabat Arab tersebut mengatakan kepada MEE bahwa ada harapan bahwa AS menawarkan "janji" kepada Arab Saudi, tetapi mereka tidak menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang dapat ditawarkan Trump kepada Riyadh untuk mengamankan dukungannya terhadap serangan tersebut.

“Semua yang saya dengar dari setiap negara Arab Teluk adalah bahwa ini adalah ide yang sangat buruk,” kata Douglas Silliman, presiden Arab Gulf States Institute di Washington yang juga mantan duta besar AS untuk Kuwait, kepada MEE.

“Sejujurnya, dia tidak bisa menjanjikan apa pun kepada negara-negara Teluk,” imbuh Silliman, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.

Persetujuan Diam-diam

Namun, seorang pejabat Arab mengatakan Arab Saudi mungkin dapat dibujuk untuk diam-diam menyetujui serangan AS. Pejabat lain mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memperjelas bahwa Riyadh sepenuhnya menentang aksi militer.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |