Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar Besok

2 hours ago 22

loading...

Pemantauan hilal. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) akan menggelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (17/2/2026) sore. Sidang Isbat ini dalam rangka menentukan awal pelaksanaan umat Islam beribadah puasa.

Sidang isbat akan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat. "Sidang isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG , ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, dikutip Senin (16/2/2026).

Dia menjelaskan, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang isbat, yaitu; pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, lalu verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. "Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa

Rokhmad menambahkan, dalam penentuan awal Ramadan, Idulfitri 1 Syawal, dan Iduladha, Kemenag mengintegrasikan metode hisab dan rukyat. Ia mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H. Menurutnya, ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 18 Februari 2026

Sementara, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak jelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, analisis menunjukkan bahwa kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 yang mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC, belum terpenuhi di belahan bumi mana pun. Namun, penerapan KHGT dilanjutkan dengan memeriksa PKG 2.

Hisab membuktikan bahwa setelah pukul 24:00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika, tepatnya di koordinat Lintang 56°48’49” LU dan Bujur 158°51’44” BB, yang telah memenuhi syarat dengan tinggi bulan 5°23’35” dan elongasi 8°00’11”, sementara waktu ijtimak tercatat sebelum fajar di New Zealand.

Dengan begitu, berdasarkan prinsip kesatuan matlak global, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026. Hal ini memberikan kepastian bagi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memulai ibadah puasa. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai salat tarawih pada Selasa malam.

(zik)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |