loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdaasmen Tatang Muttaqin. Foto/BKHM.
JAKARTA - Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan , pemerintah telah membangun dan merenovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) guna mendukung transformasi SMK yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya membangun ruangan, tetapi juga ekosistem pendidikan yang mendorong transformasi pendidikan melalui lingkungan belajar yang nyaman dan aman sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal, baik dari sisi karakter maupun output lulusan yang dihasilkan.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah pada 2025
Tatang menyebut bahwa dampak revitalisasi dalam membangun ekosistem dan transformasi pendidikan vokasi di Indonesia mulai dirasakan saat ini. Salah satunya adalah melalui pembangunan RPS yang mendukungpembelajaran praktik di SMK.
Menurut Tatang, selain keterbatasan daya tampung, masih banyak SMK belum memiliki RPS yang memadai. Padahal, RPS penting untuk mendukung pembelajaran vokasional yang optimal melalui project based learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis industri (teaching factory) yang menjadi salah satu kekhasan pembelajaran di SMK.
“Kalau kekurangan ruang belajar di SMK masih bisa diatasi karena setiap tahunnya, anak kelas dua belas melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Jadi, ruangan kelas bisa bergantian. Namun, untuk ruang praktik siswa, masih ada sekitar 60 persen SMK yang belum memiliki ruang praktik yang memadai,” katanya pada acara Bincang Santai Media yang digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5/2026).


















































