Nadiem Makarim Tak Menyesal Masuk Pemerintahan, tapi Patah Hati kepada Negara

5 hours ago 30

loading...

Nadiem Makarim. Foto/Dok SindoNews

JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan dirinya tak menyesal pernah bergabung dalam pemerintahan. Hal ini ia sampaikan seusai dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook dan chrome device management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek .

"Saya akan ucapkan sekali lagi, saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah. Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup. Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik, itu hanya kesempatan sekali dalam hidup," ucap Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, kesempatan untuk mengabdi kepada negara merupakan amanah yang tentunya sulit untuk ia tolak. Dirinya mengaku sejak awal telah memahami berbagai risiko ketika menerima amanah sebagai menteri, termasuk kemungkinan menghadapi proses hukum.

Baca Juga: Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp5,6 T di Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

"Mau saya gagal pun, risiko gagal, risiko masuk penjara pasti saya ambil karena masa depan Indonesia itu lebih penting dari segala risiko ini," ucapnya.

Namun, dari tuntutan 18 tahun penjara tersebut, Nadiem mengaku kecewa dan sakit hati. Sebab, pengabdiannya melalui dunia pendidikan selama ini, justru berujung pada tuntutan yang cukup berat.

Meski begitu, Nadiem kembali menegaskan bahwa kekecewaan itu tidak membuat dirinya menghilangkan cinta terhadap Indonesia. "Jelas saya kecewa. Saya sakit hati, saya patah hati. Orang tuh cuman patah hati kalau dia cinta dengan negara. Bahwa negara bisa melakukan ini kepada saya setelah semua pengabdian saya, ya, iya, saya sakit hati," ucapnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |