loading...
Santri, kader dan pengurus GP Ansor serta Banser menggelar doa bersama istigasah di Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang, Senin malam (26/1/2026). Foto/Ist
SEMARANG - Ratusan santri, kader dan pengurus Gerakan Pemuda Ansor serta Banser menggelar doa bersama istigasah di Pondok Pesantren Edi Mancoro di Gedangan, Kabupaten Semarang, pada Senin malam (26/1/2026). Doa bersama dan istigasah dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Muhamad Hanif (Gus Hanif).
Seluruh jamaah melantunan dzikir, sholawat, dan doa-doa mustajab menggema mengiringi permohonan sebagai bentuk ikhtiar batiniah, memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dan ketabahan bagi mantan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam menghadapi ujian yang sedang berlangsung.
Baca juga: Profil Ustaz Muchtar Andhika, Imam Besar Masjid Al-Falah Kota Sabang yang Baru Berusia 17 Tahun
Dalam sambutannya, Gus Hanif menegaskan bahwa acara ini adalah refleksi nyata kepedulian dan kecintaan warga nahdliyin, khususnya dari kalangan pesantren dan pemuda Ansor. “Ini adalah manifestasi ushuliyyah (keterikatan) kita. Gus Yaqut adalah bagian dari kita, pejuang dari kalangan kita. Mendoakan dan mendukung beliau adalah kewajiban sekaligus bentuk tanggung jawab kita,” tuturnya.
Majelis doa yang khusyuk tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi mauidhah hasanah dan ceramah penguatan bagi kader NU dan santri. Sesinya dipimpin oleh kyai muda kharismatik Pengasuh Ponpes Al Huda Boyolali, KH Muhammad Aunullah A'la Habib (Gus Aun). Dalam ceramahnya, Gus Aun memberikan wejangan spiritual sekaligus motivasi untuk memperkuat komitmen perjuangan di jalan organisasi.
Kehadiran massif kader Ansor Banser dalam acara ini, sebagaimana ditegaskan oleh perwakilan mereka, menunjukkan komitmen organisasi untuk terus solid mendampingi perjuangan para tokoh nahdliyin.


















































