Negara NATO: Nasib Rezim Iran Tinggal Menghitung Hari

3 hours ago 23

loading...

Kanselir Jerman Friedrich Merz sebut nasib rezim Iran tinggal menghitung hari. Foto/Christoph Soeder/DPA

BERLIN - Jerman, salah satu negara NATO, menyatakan nasib rezim Ayatollah Ali Khamenei yang memerintah Iran tinggal menghitung hari. Pernyataan ini muncul ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperbarui ancaman intervensi militer terhadap Teheran, yang diklaim sebagai respons atas penindakan terhadap protes di negara Islam tersebut.

Pernyataan Jerman disampaikan oleh Kanselir Friedrich Merz dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania Ilie Bolojan pada hari Rabu.

Baca Juga: Diancam Diserang Kapal Induk AS, Iran: Kami 200% Siap Membela Diri!

“Sebuah rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung,” kata Merz.

“Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara ini,” imbuh Merz.

"Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim ulama tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata,” lanjut Merz, seperti dikutip dari AFP, Kamis (29/1/2026).

Salah satu kelompok hak asasi manusia—Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS—mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi lebih dari 6.200 kematian, sebagian besar demonstran yang dibunuh oleh pasukan keamanan, dalam gelombang demonstrasi yang mengguncang kepemimpinan ulama sejak akhir Desember tetapi mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |