Mimpi dari Solok Selatan, 60 Anak Berlatih Keras Jadi Pesepak Bola

3 hours ago 19

loading...

Sekitar 60 anak SD mengikuti latihan sepak bola di SSB Kolonal, Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan. Tiga kali seminggu, mereka rutin berlatih sepak bola. Foto/Dok. SindoNews

SOLOK SELATAN - Sekitar 60 anak sekolah dasar (SD) di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat punya cara sendiri untuk mengisi waktu setelah belajar. Tiga kali seminggu, mereka meninggalkan gawai dan berkumpul di lapangan untuk berlatih sepak bola bersama di Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal.

Sudah setahun berjalan, SSB Kolonal menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat sepak bola sekaligus menjalani aktivitas yang lebih sehat. Program ini merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Kencana Sawit Indonesia (KSI), Wilmar Group . Baca juga: Wospac Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Buka Jalur Talenta Muda ke Eropa

Mayoritas anggota SSB Kolonal berusia 11–12 tahun. Mereka mengikuti latihan secara gratis sebanyak tiga kali dalam sepekan, masing-masing sekitar 2 jam. Anak-anak hanya perlu menyediakan seragam latihan, sementara sejumlah perlengkapan seperti bola berasal dari sumbangan para karyawan perusahaan.

Di balik kegiatan tersebut ada Yasril Awan, karyawan PT KSI yang sehari-hari bekerja sebagai civil engineer. Asril merupakan penggagas SSB Kolonal sekaligus turun langsung menjadi pelatih (couch) bagi anak-anak. Menurut Yasril, ide mendirikan SSB berangkat dari keinginan menyediakan aktivitas positif bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sepak bola bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga dapat membentuk kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas. “Sepak bola bukan hanya tentang bermain dan berkompetisi, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat,” katanya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |