Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Dinilai Sosok Tepat Pimpin PBNU

5 hours ago 25

loading...

Ketua PBNU Chairul Soleh Rasyid (kanan) menilai caketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dianggap sebagai sosok yang paling tepat memimpin PBNU. Foto/istimewa.

JAKARTA - Jelang Muktamar ke-35 NU, Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dianggap sebagai sosok yang paling tepat memimpin PBNU. Pasalnya, Gus Kikin dinilai sebagai sosok sederhana yang memiliki banyak pengalaman.

Lahir dari keluarga ulama, Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng ini tumbuh dalam tradisi pesantren. Tidak hanya itu, Gus Kikin juga memiliki pengalaman pendidikan dan organisasi, serta pengalaman di dunia usaha. Tetapi berbagai modal tersebut tidak membuatnya harus selalu tampil sebagai pusat perhatian.

“Saya mengenal Gus Kikin, KH Abdul Hakim Mahfudz, bukan dari cerita orang. Kami pernah berada dalam lingkungan organisasi yang sama, berinteraksi dalam berbagai kesempatan, berdiskusi, dan bertemu dalam suasana formal maupun informal. Dari kedekatan itu, saya melihat satu karakter yang menurut saya penting dalam membaca sosok beliau kesederhanaan seorang kiai yang relatif sudah selesai dengan dirinya sendiri,” ujar Ketua PBNU Chairul Soleh Rasyid, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Kiai Sepuh Lirboyo Beri Pesan Mendalam Jelang Muktamar ke-35 NU

Menurut dia, Gus Kikin merupakan sosok yang sangat sederhana, santun, mudah bergaul, dan tidak berjarak. Karakter semacam ini, kata dia, justru sangat dekat dengan tradisi kepemimpinan para muassis NU. Para muassis tidak membangun NU untuk membesarkan diri. Mereka membangun jam'iyah untuk menjaga tradisi keilmuan, merawat pesantren, membimbing umat, dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan kebangsaan.

“Kepemimpinan mereka tidak pertama-tama lahir dari ambisi terhadap jabatan. Ia lahir dari khidmah karena itu, ketika NU hari ini semakin besar, semakin kompleks, dan semakin luas pengaruhnya, mungkin kita perlu kembali bertanya: kepemimpinan seperti apa yang sebenarnya kita butuhkan? NU tidak kekurangan orang pintar. Tidak kekurangan tokoh dengan pengalaman organisasi. Tidak kekurangan jaringan dan sumber daya. Yang semakin kita butuhkan adalah pemimpin yang tidak terlalu sibuk dengan dirinya sendiri,” katanya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |