loading...
Menteri P2MI Mukhtarudin menerima kunjungan Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, Dato Sri Stephen Rundi Utom. Foto/istimewa
JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( P2MI ), Mukhtarudin menerima kunjungan Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Malaysia, Dato Sri Stephen Rundi Utom. Dalam pertemuan tersebut keduanya sepakat membentuk task force percepatan penempatan pekerjaan migran.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Imigrasi dan Pekerja Migran Sarawak, Datuk Gerawat Gala. Pertemuan strategis di Kantor Kemwnterian P2MI, Jakarta Selatan ini fokus pada penguatan pelindungan dan optimalisasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Sarawak, yang saat ini berjumlah kurang lebih 145.000 orang.
Mayoritas Pekerja Migran di wilayah tersebut terserap di sektor perkebunan sawit, mulai dari hulu, hingga hilir. Salah satu poin utama yang disepakati dalam pertemuan teknis tersebut adalah komitmen bersama untuk menekan angka pemberangkatan pekerja migran non prosesural.
Menteri Mukhtarudin menegaskan kedua belah pihak telah memiliki kesamaan persepsi dalam menangani masalah tersebut. ”Kami sudah satu kesepahaman dan satu langkah untuk mengatasi masalah pekerja migran asal Indonesia yang berangkat secara tidak prosedural. Kami bersepakat untuk segera membentuk semacam Task Force atau satuan tugas khusus untuk melakukan pengawasan ketat," ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran Berangkatkan 272 Ribu PMI, Menteri P2MI: 181 Ribu Pekerja Profesional
Guna menutup celah keberangkatan ilegal, kedua negara berkomitmen melakukan reformasi regulasi melalui percepatan proses administrasi. Menteri Mukhtarudin memaparkan pihak Indonesia telah memangkas proses penempatan dan verifikasi kerja menjadi 21 hari.


















































