Harga Pertamax Green dan Turbo Naik, Apakah Pertamax Bakal Nyusul?

7 hours ago 38

loading...

Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan harga Pertamax berpotensi mengalami penyesuaian seiring perkembangan harga minyak dunia, meski hingga September 2026 belum ada kenaikan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo dan Pertamax Green, mulai September 2026.

"Itu harga kan kita lihat rata-rata (minyak dunia), dari harga itu, kira-kira berapa BPP (Biaya Pokok Penyediaan) dari PT Pertamina sendiri, kemudian di situ ada margin," ujar Yuliot saat ditemui usai acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition ke-12 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Berlaku Besok, Harga Pertamax Green 95 Naik Jadi Rp19.150 per Liter

Menurut Yuliot, harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya mengacu pada dinamika harga minyak dunia dan komponen pembentuk harga lainnya. Dengan demikian, kenaikan harga minyak mentah dapat meningkatkan biaya pokok penyediaan yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga jual BBM. "Kalau untuk Pertamax itu kan prinsipnya sesuai dengan harga pasar (minyak dunia)," kata Yuliot.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi untuk periode September 2026. Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.600 per liter, Pertamax Green menjadi Rp19.150 per liter, Dexlite menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp25.200 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan penyesuaian harga tersebut mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor relevan lainnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |