Antrean Panjang di SPBU, Bahlil Minta Pengguna Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi

11 hours ago 31

loading...

Menteri Bahlil Lahadalia melaporkan persoalan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Makassar kepada Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). FOTO/Binti Mufarida

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan kondisi tersebut telah terurai, sementara stok BBM secara nasional masih berada dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"BBM secara stok nasional kan dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 sampai 20 hari. Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Antrean BBM di Makassar Berangsur Normal

Bahlil menjelaskan salah satu faktor yang memicu antrean BBM di Makassar adalah pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi beroktan 92 dan 95 ke BBM bersubsidi. Pergeseran tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang telah menembus lebih dari USD100 per barel, sementara pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi.

"Ya kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 dolar lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan," ujarnya.

Selain pergeseran konsumsi, Bahlil mengungkapkan temuan kepolisian terkait kendaraan yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas sangat besar untuk mengisi BBM subsidi. Menurut dia, terdapat kendaraan dengan tangki berkapasitas hingga 700 liter bahkan 1 ton yang digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi.

"Tapi juga, ada saudara-saudara kita, yang memang, harus diakui berdasarkan temuan dari polisi, itu sengaja membuat tangkinya besar. Ada yang 700 liter, ada yang 1 ton, kemudian diisi dengan mobil yang baik. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu yang membuat salah satu di antara yang membuat antrean," kata Bahlil.

Ia mengatakan Presiden Prabowo telah mengarahkan agar praktik tersebut segera ditertibkan. Bahlil menambahkan pemerintah terus berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memastikan implementasi kebijakan BBM di lapangan berjalan sesuai ketentuan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |