loading...
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menghadiri acara Marine Actions Expo (MAX) 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Foto/istimewa
JAKARTA - Marine Actions Expo (MAX) 2026 resmi dibuka di Kartika Expo Center Balai Kartini, Jakarta hari ini. Pameran bahari ini membawa pesan kuat masa depan industri bahari Indonesia tidak hanya bicara pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keselamatan pekerja laut dan keadilan bagi pelaku wisata lokal.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengaku percaya MAX akan menjadi leading sector industri kelautan Indonesia, termasuk marine tourism.
“Meskipun ini penyelenggaraan pertama, jangan patah semangat. Expo ini akan diminati dan menjadi barometer bagi para pencinta laut. Tema yang diangkat relevan dengan tren global, circular economy, inovasi, kolaborasi dan aksi nyata,” katanya hadir di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Pesona Indonesia Timur Bersinar di Festival Indonesia di Melbourne 2024
Ni Luh menjelaskan, pariwisata bahari memiliki spektrum sangat luas, yakni ada diving, snorkeling, ekowisata, fishing rekreasi, marine heritage tourism dan surfing.
“Kawasan pesisir menyumbang sekitar 80% aktivitas pariwisata global. Potensi ini terhubung dengan ekosistem laut, budaya lokal dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, pengembangan harus berorientasi pada kualitas pengalaman, manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Saat ini, Ni Luh menyampaikan, pihaknya juga tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui Program Diving Safety Thousand Initiatives. Targetnya melatih lebih dari 1.000 penyelam dengan standar keselamatan di 15 destinasi prioritas.
“Laut bukanlah milik kita, melainkan titipan yang harus dijaga. Edukasi harus dimulai sejak dini agar generasi mendatang mencintai dan melestarikan laut. Selamat atas terselenggaranya Marine Action Expo 2026. Semoga menjadi tonggak penting bagi pengembangan wisata bahari Indonesia,” ujarnya.
Dalam opening ceremony, Co-Founder MAX Aishah Gray, menegaskan sektor bahari Indonesia memiliki potensi besar, namun kemajuan industri harus dibangun di atas fondasi keberpihakan kepada masyarakat yang hidup dari laut.


















































