Pertaruhan Sang Raja Jalanan: Veloz Hybrid dan Ironi Kandungan Lokal yang Menyusut

20 hours ago 37

loading...

Veloz Hybrid hadir dengan membawa paradoks: sebuah kemajuan teknologi yang diiringi dengan kemunduran dalam kemandirian industri lokal. Foto: Sindonews/Danang Arradian

TANGERANG - Raksasa tidur itu akhirnya menggeliat, dan guncangannya langsung terasa hingga ke tulang sumsum para pesaingnya.
Di tengah hiruk-pikuk Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Toyota Astra Motor (TAM) tidak sekadar meluncurkan produk baru; mereka melepaskan sebuah pernyataan perang.

Toyota Veloz Hybrid, varian elektrifikasi dari sang legenda "mobil sejuta umat", resmi mengaspal dengan banderol yang membuat dahi berkerut: mulai dari Rp299 juta.

Sebuah angka psikologis yang tidak hanya menohok kompetitor dari China, tetapi juga berpotensi memakan pasar saudaranya sendiri.

Namun, di balik riuh tepuk tangan dan kilatan lampu kamera yang menyinari bodi MPV 7-penumpang ini, tersimpan sebuah realitas data yang patut dikritisi.

Veloz Hybrid hadir dengan membawa paradoks: sebuah kemajuan teknologi yang diiringi dengan kemunduran dalam kemandirian industri lokal.

Harga "Miring" dan Strategi Bakar Pasar

 Veloz Hybrid dan Ironi Kandungan Lokal yang Menyusut

Angka Rp299 juta untuk tipe V adalah sebuah anomali manis. Harga ini berlaku khusus hingga akhir tahun 2025, sebuah strategi pricing agresif yang jelas dirancang untuk menciptakan "efek kejut".

Toyota sadar, di era gempuran EV murah, mereka tidak bisa lagi menjual nostalgia. Mereka harus bermain di harga.
Namun, konsumen harus jeli. Harga "kepala dua" itu adalah umpan. Untuk varian yang lebih lengkap, Toyota mematok harga yang jauh lebih realistis namun tetap kompetitif.

Tipe Q dibanderol di kisaran Rp320 juta hingga Rp335 juta. Naik sedikit, ada tipe Q Modellista di rentang Rp335 juta sampai Rp350 juta.

Sementara bagi mereka yang menginginkan keselamatan paripurna lewat fitur Toyota Safety Sense (TSS), tipe Q Modellista TSS siap menguras kantong dengan estimasi Rp360 juta hingga Rp390 jutaan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |