Pemerintah Tarik Utang Baru Rp744 Triliun, Melebihi Defisit APBN 2025

22 hours ago 26

loading...

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Pemerintah menarik pembiayaan anggaran sepanjang 2025 jauh melampaui realisasi defisit APBN. Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan anggaran hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp744 triliun atau 102,8 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp616,2 triliun.

Sementara itu, realisasi defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan target dalam Undang-Undang APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53 persen dari PDB. “Pembiayaan APBN total realisasi 31 Desember Rp744 triliun,” kata Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Defisit APBN 2025 Melebar Tembus Rp695,1 Triliun, Dekati Batas 3% dari PDB

Besarnya pembiayaan yang ditarik melebihi kebutuhan penutupan defisit tersebut menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp48,9 triliun. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan SiLPA pada akhir 2024 yang tercatat Rp45,7 triliun.

Baca Juga: Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,45%, Purbaya: di Bawah Janji Saya!

Pemerintah menilai SiLPA tersebut berfungsi sebagai bantalan fiskal untuk menjaga likuiditas kas negara di tengah ketidakpastian ekonomi, khususnya pada awal tahun anggaran 2026. Dari sisi komposisi, pembiayaan APBN 2025 masih didominasi oleh penarikan utang baru. Realisasi pembiayaan utang tercatat sebesar Rp736,3 triliun atau 94,9 persen dari pagu APBN sebesar Rp775,9 triliun, sementara pembiayaan non-utang mencapai Rp7,7 triliun.

(nng)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |