Media AS: Keluarga Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri

5 hours ago 29

loading...

Mendiang Michael Bambang Hartono, sosok yang pernah memimpin keluarga miliarder Hartono. Keluarga Hartono merupakan salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Foto/Dokumen KORAN SINDO

JAKARTA - Sebuah laporan dari Bloomberg mengungkap keluarga terkaya di Indonesia diam-diam melalukan sesuatu yang jarang mereka lakukan, yakni menginvestasikan uang di luar negeri. Menurut laporan itu, jumlahnya lebih dari USD1 miliar atau lebih dari Rp17,6 triliun.

Keluarga yang dimaksud dalam laporan itu adalah keluarga miliarder Hartono.

Baca Juga: Media Rusia: Miliarder Yahudi George Soros Diduga Dalangi Demo Ricuh di Indonesia

Laporan media keuangan asal Amerika Serikat (AS)itu merinci kronologi investasi keluarga miliarder tersebut di luar negeri. Ini dimulai pada akhir 2023. Melalui Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd, kelompok usaha yang terhubung dengan keluarga tersebut mengeluarkan USD669 juta untuk membeli bisnis khusus produk kertas di Amerika Serikat.

Sekitar setahun kemudian, Evergreen kembali melakukan akuisisi. Kali ini, perusahaan tersebut membayar €360 juta atau sekitar USD418 juta untuk membeli produsen kertas rokok di Austria.

Namun, dua transaksi itu bukan keseluruhan investasi keluarga Hartono di luar negeri. Berdasarkan dokumen perusahaan dan informasi dari orang-orang yang mengetahui aktivitas kelompok tersebut, sekitar sembilan entitas di Singapura dan London yang terkait dengan keluarga Hartono telah menginvestasikan sedikitnya USD1,4 miliar di luar negeri.

Investasi tersebut masih berlanjut. Kelompok Hartono antara lain menanamkan modal pada perusahaan perangkat lunak jasa keuangan di Singapura dan disebut tengah mempertimbangkan transaksi lainnya.

Dengan demikian, USD1,4 miliar tersebut lebih tepat dipahami sebagai nilai investasi luar negeri yang dilakukan melalui berbagai entitas terkait keluarga Hartono, bukan semata-mata uang tunai yang dipindahkan dari Indonesia.

Menurut orang-orang yang mengetahui strategi tersebut, langkah ini dilakukan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan ke mata uang lain di tengah ketidakpastian ekonomi Indonesia. Meski demikian, sebagian besar aset keluarga Hartono masih berada di dalam negeri.

Keluarga Hartono bukan satu-satunya konglomerat Indonesia yang memperluas investasi ke luar negeri. Miliarder Alex Ramlie, misalnya, melalui perusahaannya pada Mei menyepakati pembelian aset tambang batu bara di Australia senilai USD3,9 miliar. Sementara itu, perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, orang terkaya kedua di Indonesia, pada Juli mengajukan tawaran USD5 miliar untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi di Filipina.

“Meningkatnya peran pemerintah dalam perekonomian telah memicu ketidakpastian di sejumlah sektor paling penting di negara ini,” kata Laura Schwartz, analis senior Asia di perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft.

“Pendekatan pemerintahan yang tidak konsisten terhadap para pemimpin bisnis Indonesia tidak membuat kegelisahan investor mereda,” ujarnya.

Sejak Presiden Prabowo Subianto berkuasa pada Oktober 2024, Indonesia mengalami gelombang pelarian modal yang menyebabkan nilai tukar rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah dan memicu aksi jual saham. Kondisi tersebut membuat pasar saham Indonesia menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di dunia tahun ini.

Investor global secara bersih melepas hampir USD4 miliar saham Indonesia sejak Januari, hampir empat kali lipat dibandingkan sepanjang 2025. Bank-bank asing terbesar di Indonesia juga memulangkan sekitar USD640 juta modal sejak Prabowo menjabat sebagai presiden, menurut laporan Bloomberg.

Sementara itu, perwakilan Presiden Prabowo mengatakan kepada media AS tersebut, "Pemerintah tetap berkomitmen menjaga lingkungan bisnis yang adil dan berdasarkan aturan bagi seluruh investor dan kelompok usaha.”

Badan Komunikasi Pemerintah menambahkan, "Pemerintahan saat ini menghargai peran sektor swasta dalam mendukung investasi, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional.”

Pemerintah juga menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam berbagai inisiatif pemerintah tidak mengubah komitmen pemerintah terhadap perlakuan yang setara, kepastian hukum, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Keluarga Hartono, yang sebelumnya dipimpin mendiang Michael Bambang Hartono hingga wafat dan kini oleh adiknya, Robert Budi Hartono (85), memiliki bank paling menguntungkan di Indonesia, bisnis rokok bernilai miliaran dolar, serta berbagai usaha mulai dari perusahaan distribusi kendaraan listrik hingga peternakan sapi perah dan jaringan restoran mi.

Keluarga Hartono tidak mencantumkan nama mereka dalam akuisisi di luar negeri. Dokumen resmi dan siaran pers menyebut Evergreen Hill sebagai pembeli dan hanya menggambarkannya sebagai bagian dari “kelompok usaha swasta sukses yang berbasis di Indonesia.”

Nama Hartono maupun perusahaan induk utama milik keluarga tersebut tidak disebutkan. Namun, berdasarkan dokumen di Singapura dan Indonesia, pemilik tunggal Evergreen adalah PT Eragraha Pirantimegah, yang sepenuhnya dimiliki keluarga Hartono.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |