Lulus Spesialis Anestesi FK Unair, Dokter Apolonia Siap Kembali ke NTT

17 hours ago 34

loading...

Dokter Apolonia Berenika Badu, Sp.An-TI (kanan) dan Dekan FK Unair, Prof Eighty Mardiyan Kurniawati, saat pelantikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Angkatan ke-158, Selasa (8/9/2026). Foto/Dok. SindoNews

SURABAYA - Di tengah duka bencana alam akibat gempa NTT , sebuah berita baik berembus dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ). Kampus kedokteran tertua di Jawa Timur ini resmi melantik 136 dokter dalam Pelantikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Angkatan ke-158 di Aula FK UNAIR, Selasa (8/9/2026).

Berita baik ini karena salah satu lulusannya adalah putri daerah NTT yang akan kembali karena telah dilantik sebagai dokter spesialis anestesi. Ia siap kembali untuk memperkuat pelayanan kesehatan di RSUD Bajawa.
Dokter Apolonia Berenika Badu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) klinisi di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Ia merupakan penerima beasiswa utusan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada. Baca juga: Gempa NTT Rusak 165 Puskesmas dan 12 RS, Menkes Ajukan Anggaran Rp1,39 Triliun

Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR. Keahliannya di bidang penanganan pasien kritis (Intensive Care Unit/ICU), resusitasi, hingga manajemen nyeri. Ia siap kembali ke NTT untuk memperkuat pelayanan kesehatan di RSUD Bajawa.

Dekan FK Unair, Prof Eighty Mardiyan Kurniawati menegaskan, kelulusan para dokter spesialis ini merupakan langkah konkret institusi dalam mendukung program Asta Cita Presiden. Khususnya pada sektor pemerataan layanan kesehatan nasional.

"Persoalan bangsa kita salah satunya ada di bidang kesehatan. Dalam agenda Asta Cita, Presiden menekankan tantangan kekurangannya jumlah dokter spesialis dan belum optimalnya pemerataan. Kelulusan hari ini menjadi jawaban langsung atas persoalan tersebut," katanya, Selasa (8/9/2026).

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |