Karhutla Picu 13.449 Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan Ratusan Tenaga Kesehatan

22 hours ago 32

loading...

Kebakaran hutan dan lahan. Foto/Tangkapan layar dok SindoNews

JAKARTA - Dampak kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di sejumlah wilayah Indonesia telah memicu 13.449 kasus infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA ) hingga 27 Agustus 2026. Untuk memperkuat penanganan kesehatan di daerah terdampak, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) memobilisasi 848 tenaga kesehatan di tujuh provinsi yang terdampak karhutla.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat.

"Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap," ujar Dante, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Kemenkes: Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Melonjak, 314 Nakes Dikerahkan

Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, karhutla berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Total penduduk terdampak mencapai 10.674.201 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat 123 orang mengalami luka berat atau menjalani rawat inap dan dua orang mengalami luka ringan atau menjalani rawat jalan. Hingga laporan diperbarui, tidak tercatat korban meninggal dunia maupun pengungsi akibat Karhutla.

Kemenkes mencatat gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah ISPA. Pada 27 Agustus 2026 terdapat 4.082 kasus ISPA, dengan total kumulatif mencapai 13.449 kasus yang dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |