loading...
Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, mundur dari perang Iran dan akan menjalani perbaikan di Kroasia antara 12 hingga 14 bulan. Foto/US Sixth Fleet
WASHINGTON - USS Gerald R. Ford yang bertenaga nuklir, kapal induk tercanggih Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan satu-satunya kapal di kelasnya, saat ini berlabuh di pelabuhan Split, Kroasia, untuk perbaikan dan pemeliharaan.
Laporan media AS menunjukkan bahwa kapal tersebut akan tetap berada di sana—karena perbaikan setelah "kebakaran di tempat pencucian" dan penugasan yang berkepanjangan—antara 12 hingga 14 bulan.
Baca Juga: Inggris Tak Terima Kapal Induknya Dihina Trump dengan Sebutan Mainan
Dikerahkan bertahun-tahun lebih lambat dari jadwal pada Mei 2017, USS Gerald R. Ford adalah kapal induk Amerika termahal yang pernah dibangun, dengan biaya USD13,2 miliar.
Penugasan berkepanjangan terbaru kapal tersebut dimulai pada 24 Juni dan termasuk operasi tempur selama serangan AS di Venezuela untuk menculik Presiden Nicolas Maduro, serta dalam serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran.
Kapal induk super tersebut akhirnya ditarik dengan tergesa-gesa dari medan perang Timur Tengah pada pertengahan Maret, setelah mengalami kebakaran—yang diklaim AS tidak terkait dengan serangan Iran. Kapal tersebut sempat berlabuh di Kreta untuk penilaian kerusakan sebelum menuju Kroasia untuk perawatan.
Kebakaran di Tempat Pencucian?
Penugasan tersebut melebihi 260 hari dan merupakan salah satu patroli kapal induk terpanjang sejak Perang Vietnam, berakhir pada 12 Maret tak lama setelah kapal tersebut melewati Terusan Suez dan memasuki Laut Merah.
Menurut pernyataan resmi dari Komando Pusat (CENTCOM) AS, saat itulah kapal tersebut “mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal.”
“Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran dan telah terkendali. Tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil,” kata CENTCOM saat itu.
Insiden tersebut memicu berbagai spekulasi, dengan militer Iran mengeklaim ruang cuci kapal induk sengaja dibakar oleh awak kapal yang lelah berperang.


















































