Jepang Lirik Senjata Nuklir, China dan Rusia Ketar-ketir

13 hours ago 31

loading...

China dan Rusia gusar dengan ambisi Jepang untuk memiliki senjata nuklir. Foto/War on the Rocks

BEIJING - Rusia dan China sama-sama menentang militerisasi Jepang yang semakin cepat serta meningkatnya perdebatan mengenai kemungkinan Jepang memiliki senjata nuklir. Duta Besar China untuk Rusia, Zhang Hanhui, mengatakan kebijakan Tokyo tersebut dapat memicu perlombaan senjata baru.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan TASS, Kamis (20/8/2026), Zhang mengatakan Moskow dan Beijing telah mencapai tingkat konsensus yang tinggi mengenai Jepang. “Beijing dan Moskow menilai perlu untuk tetap sangat waspada dan dengan tegas menentang remiliterisasi Jepang yang dipercepat serta upayanya memperoleh senjata nuklir,” tulisnya.

Baca Juga: AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara

Diplomat Beijing tersebut memperingatkan bahwa jika Tokyo memutuskan untuk membuat senjata nuklir sendiri, keseimbangan strategis di Asia Timur Laut akan terganggu sepenuhnya. "Dan perlombaan senjata nuklir di kawasan dapat meletus kapan saja," paparnya.

“Jika kelompok sayap kanan Jepang terus bermain api dalam kebijakan nuklir, rakyat Jepang pada akhirnya sekali lagi akan mendapati diri mereka berada di kursi pesakitan sejarah,” imbuh Zhang.

Peringatan China tersebut muncul setelah pada Desember 2025 seorang pejabat senior yang terlibat dalam penyusunan kebijakan keamanan Perdana Menteri Sanae Takaichi berpendapat bahwa Jepang perlu mempertimbangkan untuk memiliki senjata nuklir karena payung nuklir Amerika Serikat semakin tidak dapat diandalkan.

“Pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri,” kata pejabat tersebut.

Secara terbuka, Takaichi menegaskan bahwa Jepang masih berpegang pada tiga prinsip non-nuklir, yakni kebijakan lama yang menyatakan Tokyo tidak akan memiliki, memproduksi, ataupun mengizinkan masuknya senjata nuklir ke wilayahnya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |