loading...
Jelang satu abad, Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat meluncurkan Program Cipasung Kampung Pangan dan Santripreneur. Foto/Ist
TASIKMALAYA - Jelang satu abad, Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung di Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat meluncurkan Program Cipasung Kampung Pangan dan Santripreneur. Peluncuran ini digelar bertepatan dengan acara 100 hari wafatnya KH Koko Komarudin Ruhiat, salah satu pengasuh pesantren dan adik tokoh nasional KH Ilyas Ruhiat pada Kamis malam, (27/11/2025).
Acara yang berlangsung di kompleks pesantren itu dihadiri ribuan santri serta jajaran keluarga besar Cipasung. Hadir pula KH Asep Saepuddin Chalim, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Irjen (Pol) Sony Sonjaya, Pimpinan dan Pengasuh Pengasuh Ponpes Cipasung KH Ubaidillah, KH Acep Adang Ruhiat, dan Khodimul Majelis Zikir dan Sholawat Cipasung KH Deni Sagara dan para Ajengan.
Baca juga: Dorong Kajian Ontologi Pendidikan, Menag: Menentukan Arah Masa Depan Pesantren
KH Asep adalah alumni Cipasung yang diasuh langsung oleh KH Ruhiat, pendiri Ponpes Cipasung. Tidak hanya itu, KH Asep juga pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Jawa Timur, Ketua Umum PERGUNU dan Ketua Umum Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN).
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya menghadirkan makanan sehat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Sejak dilaunching 6 Januari 2025, Program MBG kini memiliki 16.000 dapur SPPG di seluruh Indonesia, melayani 40 juta penerima manfaat dan menyerap lebih dari 700.000 tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).















































