loading...
PM Thailand Anutin Charnvirakul marah atas kemunculan pemakaman Yahudi tanpa izin di dekat Bangkok. Foto/Roya News
BANGKOK - Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul marah atas kemunculan pemakaman Yahudi tanpa izin di dekat Bangkok. Dia mengeluarkan peringatan keras kepada warga asing, yang tampaknya ditujukan kepada warga Israel, dengan sindiran "kalau mau mati, pulang ke negara sendiri".
Saat berbicara di Kementerian Dalam Negeri Thailand pada hari Kamis, Anutin menanggapi permintaan untuk mendirikan pemakaman pribadi dan tempat ibadah tanpa persetujuan resmi.
“Tidak bisa begitu saja mendirikan tempat ibadah sendiri. Apa pun bentuknya, harus menghormati masyarakat dan budaya Thailand. Baru-baru ini saya juga mendengar ada permintaan untuk membangun pemakaman pribadi. Itu sudah keterlaluan,” kata Anutin.
“Mereka sudah beruntung diperbolehkan datang ke sini. Kalau datang, mereka harus mencari nafkah dengan jujur. Kalau mau mati, ya mati di negara sendiri, bukan di sini. Dan jangan datang ke sini untuk memanfaatkan orang lain,” paparnya, seperti dikutip dari Roya News, Jumat (18/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah otoritas Thailand memerintahkan pengosongan sebuah pemakaman Yahudi di Distrik Bang Khla, Provinsi Chachoengsao.
Lokasi tersebut dibeli sekitar lima tahun lalu oleh komunitas Yahudi Bangkok dan Chabad. Namun, izin pemakamannya berakhir pada 2023 dan tidak diperpanjang.
Pejabat Thailand menemukan empat jenazah yang dimakamkan di lokasi tersebut, terdiri dari tiga warga negara Israel dan satu warga negara Inggris. Sebagian besar prosesi pemakaman dilakukan setelah izin berakhir dan tanpa pemberitahuan yang semestinya kepada pihak berwenang.


















































