Dirjen Hubla Dicopot, Kemenhub Sangkal Terkait Rentetan Kecelakaan Kapal

7 hours ago 23

loading...

Kemenhub membantah pergantian Direktur Jenderal Perhubungan Laut berkaitan dengan rentetan insiden kecelakaan pelayaran. FOTO/Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah pergantian Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud berkaitan dengan rentetan insiden kecelakaan pelayaran yang terjadi belakangan ini. Kemenhub menegaskan pergantian pimpinan Ditjen Perhubungan Laut yang berlaku mulai Jumat (18/9/2026) merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial.

"Pergantian pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan hal normal serta bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial untuk memperkuat organisasi. Langkah ini murni untuk menunjang tugas dan tanggung jawab kami, khususnya di bidang keselamatan serta pengawasan pelayaran," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Farida Makhmudah kepada SindoNews, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut

Farida mengatakan penataan birokrasi di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi performa aparatur secara berkala. Menurut dia, rotasi jabatan tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola manajerial serta pembagian tanggung jawab kedinasan.

"Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghadirkan penguatan kepemimpinan serta memperkuat sistem pengawasan di internal. Kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki fokus dan kecepatan yang sama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran," katanya.

Pergantian pimpinan tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap keselamatan transportasi laut menyusul sejumlah insiden pelayaran, termasuk kapal terbakar dan tenggelam. Kemenhub menyatakan pengawasan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas dan terus diperkuat di berbagai lini.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |