Dari Aceh Singkil ke UI, Perjuangan Maudatinur Lulus Sarjana Keperawatan 3,5 Tahun

13 hours ago 25

loading...

Maudatinur, wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Foto/UI.

JAKARTA - Tumbuh di Aceh Singkil , wilayah yang termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Maudatinur memahami betul arti keterbatasan akses. Namun baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022 ini berhasil menuntaskan studinya hanya dalam 3,5 tahun.

Baca juga: Profil Pendidikan dr Piprim Basarah Yanuarso yang Mengaku Dipecat Menkes

Ketertarikannya pada dunia kesehatan berawal dari pengalaman pribadi. Saat kecil, ia pernah merasakan kepanikan ketika kondisi kesehatan orang terdekatnya berubah begitu cepat. Ia kehilangan kedua orang tuanya dalam rentang waktu satu tahun. Peristiwa itu membekas dan menumbuhkan banyak pertanyaan dalam benaknya.

“Sejak saat itu saya sering bertanya-tanya, kenapa penyakit bisa datang tiba-tiba dan bagaimana cara mencegahnya. Saya ingin membantu orang lain agar bisa menjaga kesehatan orang-orang yang mereka sayangi,” tutur Mauda, melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI datang melalui jalur afirmasi berbasis nilai rapor. Bagi Mauda, itu bukan sekadar pintu masuk ke kampus impian, melainkan amanah yang harus dijaga. Masa-masa awal perkuliahan tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan ritme belajar yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta lingkungan yang penuh persaingan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |