loading...
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah memberikan arahan pada pengukuhan Prof. Dr. Muhammad Qorib sebagai Guru Besar ke-27 UMSU. Foto/Ist.
JAKARTA - Profesor tidaklah sekadar pangkat akademik, Profesor harus memiliki paling tidak tiga keteladanan, Profesor mestinya menjadi cahaya di tengah gulita, menjadi pemandu di tengah arah tak menentu.
Pesan itu dsampaikan Prof. Dr. Abdul Mu’ti , Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat memberi arahan pada pengukuhan Prof. Dr. Muhammad Qorib, MA, sebagai Guru Besar ke-27 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan Sumatera Utara, Senin (16/2/2026)
Baca juga: UNEJ Kukuhkan 4 Guru Besar, Jumlah Profesor Tembus 101 Orang
Mengawali arahannya, Abdul Mu’ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menukil buku Tom Nichols Matinya Kepakaran ( The Death Of Expertise ) yang menggambarkan bagaimana ilmuwan itu semakin tersaingi oleh berbagai teknologi.
Orang ingin mencari fatwa agama tidak selalu datang kepada para ulama atau para pendeta, tapi kepada profesor google. Terkadang orang mencari fatwa di sana tidak untuk mencari kebenaran tapi mencari pembenaran. Orang mengikutinya tanpa ada yang memandunya.
“Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh ilmu, tidak lagi ditentukan oleh hukum, tapi ditentukan oleh popularitas dan viralitas, yang paling banyak mendukung itulah yang dianggap sebagai kebenaran. Padahal yang viral di media sosial itu bukan seringkali bukan aspirasi sesungguhnya, melainkan aspirasi yang digerakkan oleh robot”, jelas Mu’ti, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/2/2026).
Baca juga: 14 Gelar Kehormatan Megawati, dari Waseda Jepang hingga Kampus Wanita Terbesar di Dunia
Mu’ti juga menceritakan buku Werner Herzog pembuat film legendaris Jerman dalam buku non-fiksi karyanya, "The Future of Truth" yang terbit akhir tahun 2025. Buku itu menguraikan panjang lebar mengenai dunia yang semakin tidak menentu.
Dunia di era digital ini makin sulit untuk membedakan mana yang fact dan fake, mana fakta-fakta dan fabrikasi. Mu’ti menyebutnya mana yang hak dan mana yang hoaks, mana yang benar dan mana yang salah.

















































