loading...
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte ledek Rusia sebagai siput kebun yang lambat setelah menderita kerugian besar dalam perangnya di Ukraina. Namun, Moskow meledek balik sekutu. Foto/Anadolu
MUNICH - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte meledek Rusia dengan menyatakan Moskow telah menderita kerugian besar dalam perangnya di Ukraina. Bos NATO itu menyebut Moskow sebagai siput kebun yang lambat, dan minta tak ada narasi yang menggambarkannya sebagai beruang perkasa.
Di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Rutte berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, dan Menteri-Presiden Bavaria Markus Soder. Menurutnya, ada kesepakatan luas di antara para menteri pertahanan NATO untuk melanjutkan dan meningkatkan dukungan untuk Ukraina.
“Rusia terus menimbulkan kerugian besar setiap hari. 35.000 orang tewas pada bulan Desember. 30.000 orang tewas pada bulan Januari,” katanya.
Baca Juga: NATO Akui Kalah Cepat dari Rusia dalam Adaptasi Teknologi Medan Perang
“Mereka ingin (kita) memandang Rusia sebagai beruang yang perkasa, tetapi Anda bisa berpendapat bahwa mereka bergerak di Ukraina dengan kecepatan siput kebun yang lambat. Dan jangan sampai kita melupakannya. Jangan sampai kita terjebak dalam perangkap propaganda Rusia," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (15/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, di mana dia mengatakan bahwa sekutu menyatakan dukungan luas untuk mempertahankan dan meningkatkan bantuan kepada Kyiv.
Dia menggarisbawahi bahwa kerja sama yang lebih erat antara NATO dan Uni Eropa telah memperkuat upaya kolektif, khususnya dalam mendukung Ukraina.

















































