23 Akhlak Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani dalam Kehidupan Sehari-hari

3 hours ago 22

loading...

Para ulama mengatakan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Alquran berjalan, karenanya mempelajari akhlak Baginda Rasulullah menjadi salah satu cara untuk semakin mengenal dan mencintainya. Foto ilustrasi/Sindonews

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) merupakan sosok yang memiliki kemuliaan akhlak luar biasa. Kepribadian, ucapan, dan perilaku beliau menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Allah SWT menegaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai suri teladan melalui firman-Nya:

لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا

Artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (QS Al-Ahzab: 21).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama bagi umat manusia. Akhlak Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam cara berinteraksi, menghormati orang lain, memperlakukan keluarga, hingga menyantuni kaum lemah.

23 Akhlak Nabi Muhammad SAW yang menjadi Inspirasi Kehidupan Sehari-hari:

1. Tidak Melepaskan Tangan Lebih Dahulu

Ketika berjabat tangan dengan seseorang, Rasulullah SAW tidak terburu-buru melepaskan tangannya terlebih dahulu. Sikap ini menunjukkan penghormatan dan perhatian beliau kepada orang lain.

Baca juga: Seperti Apa Wajah dan Fisik Nabi Muhammad SAW? Ini Kesaksian Ali bin ABi Thalib dan Anas bin Malik

2. Tidak Menyeret Kaki Saat Berjalan

Ketika berjalan, Rasulullah SAW tidak menyeret kakinya. Beliau berjalan dengan sikap yang baik dan penuh wibawa.

3. Memberikan Perhatian Penuh Saat Berbicara

Ketika berbincang dengan seseorang, Rasulullah SAW memberikan perhatian sepenuhnya. Lawan bicaranya dibuat merasa dihargai dan diperhatikan.

4. Tidak Terburu-buru Meninggalkan Majelis

Ketika duduk bersama seseorang, Rasulullah SAW tidak bangkit terlebih dahulu sebelum orang tersebut meninggalkan tempat.

5. Menyambut Orang yang Datang

Ketika seseorang datang menghampirinya, Rasulullah SAW menyambut dengan penuh penghormatan. Beliau bahkan bangkit untuk menyambut orang tersebut.

6. Menghadap dengan Seluruh Tubuh

Ketika dipanggil seseorang, Rasulullah SAW tidak hanya menolehkan kepala. Beliau menghadapkan seluruh tubuh kepada orang yang memanggilnya.

7. Mengantarkan Tamu

Ketika seorang tamu hendak pulang, Rasulullah SAW mengantarkannya hingga ke ujung kampung. Hal tersebut menunjukkan betapa beliau memuliakan tamunya.

8. Tidak Memilih-milih Hidangan

Ketika menghadiri jamuan, Rasulullah SAW mengambil makanan yang berada di dekat atau terjangkau oleh tangannya tanpa memilih-milih hidangan.

9. Meminta Doa Kaum Lemah Sebelum Bepergian

Sebelum bepergian, Rasulullah SAW mengajak orang-orang miskin, janda, dan anak yatim untuk mendoakannya. Ini menunjukkan perhatian beliau kepada mereka yang membutuhkan.

10. Menjaga Adab Saat Makan

Ketika makan, baik sendirian maupun bersama orang lain, Rasulullah SAW menjaga adab. Beliau tidak bersuara ketika mengunyah dan tidak bersendawa di hadapan orang lain.

11. Tidak Memanggil dengan Julukan Buruk

Rasulullah SAW tidak pernah memanggil seseorang menggunakan julukan buruk yang diberikan orang lain kepadanya. Beliau menjaga kehormatan dan perasaan setiap orang.

12. Menjenguk Sahabat yang Sakit

Ketika ada sahabat yang sakit, Rasulullah SAW menjenguknya, bahkan jika tempat tinggal sahabat tersebut berada jauh dari pusat Madinah.

13. Tidak Meminta Tempat Khusus

Ketika menghadiri acara atau undangan, Rasulullah SAW tidak meminta tempat khusus. Beliau duduk di tempat yang masih kosong sebagaimana orang-orang lainnya.

14. Memuliakan Tamu Saat Makan

Ketika menjadi tuan rumah, Rasulullah SAW berusaha menjadi orang terakhir yang selesai makan agar para tamunya tidak merasa sungkan. Sebaliknya, ketika menjadi tamu, beliau tidak berlama-lama dalam menyantap hidangan.

15. Mengajak Orang yang Melintas untuk Makan

Ketika waktu makan tiba, Rasulullah SAW tidak segan mengajak orang yang melintas di depan rumahnya untuk turut menikmati hidangan.

16. Memperhatikan Anak Saat Salat

Ketika mendengar tangisan anak kecil saat salat berjamaah, Rasulullah SAW memilih membaca surah yang lebih pendek. Setelah salat, beliau segera memberikan perhatian kepada anak tersebut.

17. Tidak Tertawa Berlebihan

Ketika mendapatkan sesuatu yang membuatnya terhibur, Rasulullah SAW tersenyum. Beliau tidak tertawa terbahak-bahak secara berlebihan.

18. Menjaga Adab Saat Beristirahat

Rasulullah SAW juga dikenal memiliki kebiasaan tidur yang berbeda dari kebanyakan manusia. Beliau tidak berlebihan dalam menikmati waktu istirahat.

19. Tidak Memusatkan Pandangan kepada Satu Orang

Ketika berbicara dengan banyak orang, Rasulullah SAW tidak hanya memusatkan pandangannya kepada satu orang. Beliau memberikan perhatian kepada seluruh orang yang berada dalam majelis.

20. Menyayangi Hewan

Ketika menunggang kuda atau unta, Rasulullah SAW tidak memperlakukannya secara kasar. Beliau tidak mencambuk hewan tunggangannya secara sewenang-wenang.

21. Membantu Pekerjaan Rumah

Rasulullah SAW tidak membebankan pekerjaan yang dapat beliau lakukan sendiri kepada istri. Beliau bahkan melakukan pekerjaan rumah, seperti memperbaiki sandal dan menambal pakaiannya.

22. Cepat Merespons Kebutuhan Orang Miskin

Ketika orang miskin datang bertanya atau menyampaikan kebutuhannya, Rasulullah SAW memberikan perhatian dan meresponsnya dengan cepat.

23. Membahagiakan Anak Yatim

Di hadapan anak yatim dan anak terlantar, Rasulullah SAW berusaha membuat suasana menjadi menyenangkan. Beliau dapat bercerita dan bercanda dengan cara yang baik untuk menghibur mereka.

Ke-23 akhlak tersebut hanyalah sebagian kecil dari begitu banyak keteladanan yang dapat ditemukan dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diungkapkan dengan ucapan. Kecintaan tersebut juga perlu diwujudkan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlaknya, serta menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Karena itu, mempelajari akhlak Rasulullah SAW menjadi salah satu cara untuk semakin mengenal dan mencintai beliau. Semoga kita termasuk umat yang mampu meneladani kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW serta mendapatkan syafaat beliau kelak.

Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim.

Baca juga: Mengapa Umat Islam Perlu Mempelajari Sirah Nabawiyah? Ini 8 Keutamaannya

(wid)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |