Zakat dan Salat, Dua Syi'ar Utama Islam yang Tak Terpisahkan

3 hours ago 23

loading...

Menurut Al-Qardhawi, zakat merupakan saudara kandung salat. Hal itu terlihat dari banyaknya ayat Al-Quran yang menyebut kedua ibadah tersebut secara bersamaan.. Foto ilustrasi/ist

Zakat merupakan salah satu syi'ar penting dalam Islam. Kedudukannya bahkan kerap disebut bersamaan dengan salat dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah.

Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah (Citra Islami Press, 1997), menyebut zakat sebagai syi'ar kedua dalam Islam sekaligus salah satu kekuatan pendanaan sosial umat.

Menurut Al-Qardhawi, zakat merupakan "saudara kandung" salat. Hal itu terlihat dari banyaknya ayat Al-Qur'an yang menyebut kedua ibadah tersebut secara bersamaan.

Ia menyebut Al-Qur'an menyandingkan salat dan zakat sebanyak 28 kali. Dalam sejumlah ayat, keduanya disebut dalam bentuk perintah, salah satunya firman Allah SWT:

"Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat." (QS Al-Baqarah: 43).

Baca juga: PBNU Mendorong Reformasi Pembayaran Zakat

Pada ayat lain, salat dan zakat disebut dalam bentuk berita mengenai balasan bagi orang-orang yang beriman.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan salat dan menunaikan zakat, mereka dapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS Al-Baqarah: 277).

Zakat Menjadi Bagian Penting dalam Kehidupan Umat Islam

Al-Qardhawi menjelaskan, zakat dan salat juga disebut secara bersamaan ketika Al-Qur'an menjelaskan syarat seseorang untuk masuk ke dalam kehidupan masyarakat Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah:

"Jika mereka bertobat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka mereka itu adalah saudara-saudara seagama." (QS At-Taubah: 11).

Ayat tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara salat dan zakat. Keduanya bukan sekadar ibadah individual, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan umat.

Menurut Al-Qardhawi, zakat memiliki akar sejarah yang panjang. Ibadah ini tidak hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga telah menjadi bagian dari ajaran yang dibawa para nabi terdahulu.

Allah SWT memuji Nabi Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub melalui firman-Nya:

"Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, membayar zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah." (QS Al-Anbiya: 73).

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |