Trump Ingin Irlandia Bersatu, Demonstran Berpakaian dan Berkaca Mata Hitam Bakar Bendera AS

14 hours ago 33

loading...

Donald Trump ingin Irlandia bersatu. Foto/X/White House

DUBLIN - Donald Trump pada hari Sabtu mengatakan bahwa ia "ingin sekali melihat" Irlandia yang bersatu. Ia turut mengomentari isu yang sensitif secara politik ini saat memulai kunjungan dua hari ke Irlandia—sebuah kunjungan yang mengaburkan batas antara jabatan kepresidenannya dan kepentingan bisnis pribadinya.

Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Dublin, Trump mengatakan bahwa penyatuan kembali Republik Irlandia dan Irlandia Utara—yang telah terpisah selama lebih dari satu abad—akan menjadi "hal yang fantastis."

"Hal itu pada akhirnya akan terjadi. Bisa saja terjadi sekarang," ujarnya kepada para wartawan, seraya menambahkan, "Tentu saja, Inggris akan memiliki pendapat mengenai hal ini."

Pulau Irlandia telah terbagi menjadi Republik Irlandia di selatan dan Irlandia Utara—yang merupakan bagian dari Inggris Raya—sejak tahun 1921.

Berdasarkan Perjanjian Jumat Agung (Good Friday Agreement) tahun 1998, yang mengakhiri tiga dekade kekerasan sektarian di Irlandia Utara yang menewaskan sekitar 3.000 orang, sebuah referendum dapat diadakan jika pemerintah Inggris menilai bahwa mayoritas penduduk di sana kemungkinan besar mendukung bergabung dengan Republik Irlandia.

Para pemilih di Republik Irlandia juga harus menyetujui penyatuan kembali tersebut melalui pemungutan suara agar hal itu dapat terwujud.

Amerika Serikat sebelumnya mengambil sikap netral terkait isu ini.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bulan lalu menegaskan bahwa referendum penyatuan "tidak masuk dalam agenda," sebuah pernyataan yang memicu reaksi keras dari partai pro-penyatuan, Sinn Fein.

Saat dimintai tanggapan mengenai komentar Trump, juru bicara kantornya di Downing Street mengarahkan wartawan pada pernyataan Burnham di parlemen pada hari Rabu, di mana ia berjanji untuk "berpegang teguh 100 persen pada Perjanjian Jumat Agung."

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |