loading...
Prancis menyesal telah menyamakan AS dengan Korea Utara terkait HAM, yang membuat AS walkout dari pertemuan DK PBB. Foto/UN Photo/Manuel Elias
PARIS - Misi Prancis untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa menyatakan telah menyesali kritiknya terhadap Amerika Serikat (AS) terkait hak asasi manusia (HAM) dalam sebuah unggahan media sosial yang memicu perselisihan diplomatik. Perselisihan ini berimbas pada penundaan kedatangan duta besar baru Prancis di Washington.
Dalam sebuah unggahan di X pada akhir Juli, misi Prancismenyamakan Amerika dengan Korea Utara (Korut) dan negara-negara otoriter lainnya terkait HAM. Kritik itu muncul ketika AS bersama Rusia dan Korut memberikan suara yang menentang perpanjangan masa jabatan kepala HAM PBB, Volker Turk.
Baca Juga: Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Pesan tersebut membuat Washington marah, dan mereka merespons dengan melakukan aksi walkout (meninggalkan ruangan) saat pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB berlangsung dan diplomat Prancis sedang berbicara. Sumber-sumber menyebutkan bahwa AS juga mempertimbangkan untuk menghalangi pilihan Prancis sebagai duta besar berikutnya di Washington.
"Misi Tetap Prancis untuk PBB di Jenewa menyesali pesan tanggal 25 Juli 2026 yang diunggah di X, yang mempertanyakan komitmen AS terhadap hak asasi manusia," demikian pernyataan misi tersebut, yang dikutip Reuters, Senin (14/9/2026).
"Perbedaan pandangan tersebut terkait dengan satu pemungutan suara, dan bukan mengenai pembelaan hak asasi manusia," lanjut pernyataan itu dalam bahasa Inggris yang juga diterbitkan di situs web mereka.


















































