loading...
Tentara Iran sudah dibekali 1.000 drone baru, berjanji akan memberikan respons menghancurkan pada AS jika perang besar pecah. Foto/WANA
TEHERAN - Sebanyak 1.000 UAV atau drone baru telah diterima oleh berbagai cabang Angkatan Darat Iran ketika negara itu telah di ambang perang dengan Amerika Serikat (AS).
Pasokan drone sebanyak itu diterima ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan jika Teheran menolak membuat kesepakatan tentang program nuklirnya.
“Sesuai dengan ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Brigadir Jenderal Amir Hatami, sebagaimana dikutip dari Tasnim News, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Ini 19 Pangkalan AS di Timur Tengah Target Empuk Rudal Iran
Laporan Tasnim News menyatakan bahwa penambahan drone baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang Angkatan Darat Iran.
Disebutkan pula bahwa drone-drone tersebut dikembangkan oleh spesialis Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. “Berdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari yang diberlakukan pada Juni 2025.”
“UAV telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di seluruh wilayah darat, laut, dan udara," imbuh laporan tersebut.
Sejak Iran melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet, Presiden Trump telah memberikan sinyal yang beragam tentang kemungkinan intervensi militer. Situasi di rezim Iran tetap tegang.

















































