Target Pajak Rp2.908 Triliun Dinilai Terlalu Ambisius, Restitusi Berpotensi Gerus Kas Negara

4 hours ago 57

loading...

Celios menilai target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2027 dinilai terlalu ambisius. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2027 sebesar Rp2.908 triliun dinilai terlalu ambisius di tengah potensi perlambatan ekonomi dan risiko pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperingatkan restitusi pada akhir 2026 dan awal 2027 berpotensi menggerus penerimaan sekaligus menekan ruang fiskal pemerintah.

"Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan mencapai Rp2.908 triliun dengan pertumbuhan 10,5%, yang saya rasa sangat ambisius mengingat tahun ini terjadi shortfall sehingga target tahun depan kemungkinan besar tidak akan tercapai kembali," kata Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Fokus 8 Program Kerja Prioritas Prabowo, Belanja Negara 2027 Naik Jadi Rp4.097,2 T

Menurut Huda, selain persoalan shortfall penerimaan pajak pada tahun berjalan, pemerintah perlu memperhitungkan siklus pembayaran restitusi yang dapat mengurangi penerimaan bersih negara. Pengembalian kelebihan pembayaran pajak tersebut dinilai menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi dalam menyusun proyeksi penerimaan 2027.

"Pembayaran restitusi di akhir 2026 dan awal 2027 bisa menggerus penerimaan perpajakan sehingga kami memproyeksikan angkanya hanya di Rp2.736 triliun, sementara PNBP juga tertekan di angka Rp447 triliun akibat melambatnya ekspor karena PT DSI," ujar Huda.

Dia juga menilai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berpotensi tertekan akibat pelemahan ekspor sumber daya alam. Kondisi tersebut, menurut Huda, perlu menjadi perhatian karena kinerja perdagangan komoditas sektor hulu turut memengaruhi kemampuan pemerintah menghimpun penerimaan negara.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |