loading...
Tak lagi memiliki rudal pencegat, Rusia terus bombardir Ukraina tanpa henti. Foto/X/@ZelenskyyUa
MOSKOW - Serangan Rusia terhadap ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya dalam semalam, menurut keterangan layanan darurat pada Rabu dini hari, di saat kedua belah pihak meningkatkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas penopang kehidupan sehari-hari.
Serangan mematikan ini menyoroti bahaya yang kian meningkat bagi warga sipil di perkotaan yang jauh dari garis depan, sementara Ukraina bergulat dengan menipisnya persediaan rudal pencegat hingga ke tingkat yang mengkhawatirkan. Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia telah meluncurkan 24 rudal balistik dan empat rudal anti-kapal dalam semalam, namun tidak menyebutkan adanya pencegatan terhadap rudal-rudal tersebut.
Melansir CNN, pada bulan Juli, serangan Rusia menewaskan sedikitnya 377 warga sipil dan melukai 2.129 lainnya di Ukraina, menjadikannya bulan paling mematikan dalam invasi tersebut sejak April 2022, di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini.
Serangan Ukraina baru-baru ini terhadap Wildberries—perusahaan yang setara dengan raksasa e-commerce Amazon di Rusia—telah membawa dampak perang Rusia di Ukraina lebih dekat ke kehidupan warga Rusia biasa dengan mengganggu aktivitas dan mata pencaharian mereka.
Serangan Moskow yang berlangsung hingga Rabu dini hari tampaknya menjadi balasan atas serangan terhadap Wildberries, dengan menyasar fasilitas gudang dan logistik di dalam serta sekitar ibu kota Ukraina. Gambar-gambar dari layanan darurat memperlihatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan industri di wilayah Kyiv.
"Petugas penyelamat terus bekerja dalam kondisi berisiko tinggi, karena ancaman serangan lanjutan dari musuh masih terus ada," demikian pernyataan Layanan Darurat Negara Ukraina pada hari Rabu.


















































