Mengenalkan Makna Malam Lailatul Qadar, Penting Dilakukan pada Anak Sejak Usia Dini

2 hours ago 18

loading...

Mengenalkan apa itu malam Lailatul Qadar merupakan salah satu bagian dari penguatan garizah tadayyun (naluri beragama) anak dengan mengajaknya beribadah di malam Qadar. Foto ilustrasi/ist

Mengenalkan dan mengajarkan anak-anak sejak dini tentang makna malam Lailatul Qadar ternyata sangat penting dilakukan. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenalkan apa itu malam Lailatul Qadar merupakan salah satu bagian dari penguatan garizah tadayyun (naluri beragama) anak dengan mengajaknya beribadah di malam Qadar. Orang tua harus mulai mempersiapkan dengan mengikutsertakan anak-anaknya, mulai dari mencari Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan .

Perhatikan, sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,

“Barang siapa salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari)

Kenapa anak perlu diikutsertakan? Penting, anak usia prabalig dipahamkan tentang keutamaan Lailatul Qadar dan beribadah di dalamnya. Seribu bulan jika dikonversi ke dalam tahun, maka sekitar 83 tahun. Maka, salat di malam Qadar seperti halnya melakukan salat selama 83 tahun. Masyaallah.

Selain dari besarnya pahala yang akan didapatkan, juga dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni oleh Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Pada malam Qadar semua malaikat termasuk malaikat Jibril turun ke bumi dan mengaminkan setiap doa hamba yang menghidupkan malam Qadar. Semua dilakukan hamba dengan landasan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah SWT

Baca juga: Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!

Ceritakan kepada anak bagaimana Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, di saat sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sebab, Nabi Muhammad adalah teladan anak-anak muslim.

Dari Aisyah radhiyallahu'anha, ia berkata bahwa "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR Muslim)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |