Kisah Pengusiran Bani Nadhir, Diabadikan dalam Surat Al-Hasyr Surat yang Turun di Bulan Rabiul Akhir

15 hours ago 31

loading...

Kisah Bani Nadhir yang diabadikan dalam Surat Al-Hasyr pada akhirnya bukan sekadar catatan sejarah tentang sebuah konflik. Al-Quran menutup kisah tersebut dengan seruan agar manusia mengambil pelajaran dari peristiwa yang telah terjadi. Foto ilustrasi/ist

Rabiul Akhir dikenal juga sebagai bulan turunnya Surat Al-Hasyr. Surat ini mengabadikan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni pengusiran kaum Yahudi Bani Nadhir dari Madinah. Peristiwa tersebut terjadi setelah mereka melanggar perjanjian dengan Rasulullah dan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad.

Surat Al-Hasyr merupakan surah ke-59 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 24 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah. Nama Al-Hasyr berarti pengusiran atau pengumpulan, merujuk pada peristiwa terusirnya Bani Nadhir dari Madinah.

Kisah tersebut tidak hanya menggambarkan konflik antara Rasulullah dengan Bani Nadhir, tetapi juga memuat sejumlah pelajaran mengenai pentingnya menepati perjanjian, bahaya pengkhianatan serta pertolongan Allah kepada orang-orang beriman.


Piagam Madinah dan Kehidupan Bani Nadhir

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau membangun tatanan kehidupan masyarakat melalui kesepakatan yang dikenal sebagai Piagam Madinah.

Kesepakatan tersebut melibatkan berbagai kelompok yang tinggal di Madinah, termasuk kaum Muslimin, kaum musyrikin dan komunitas Yahudi. Mereka memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan kota dan tidak saling mengkhianati. Saat itu terdapat tiga kelompok Yahudi utama di Madinah, yakni Bani Qainuqa', Bani Nadhir dan Bani Quraizhah.

Baca juga: Keutamaan dan Amalan Bulan Rabiul Akhir yang Perlu Diketahui Muslim

Rasulullah tetap memberikan kebebasan kepada mereka untuk menjalankan ajaran agama masing-masing. Hubungan sosial dan perdagangan antara kaum Muslimin dan Yahudi juga berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hubungan tersebut kemudian mengalami keretakan akibat sejumlah pelanggaran perjanjian.

Bani Qainuqa' tercatat sebagai salah satu kelompok yang terlebih dahulu berkonflik dengan kaum Muslimin hingga akhirnya mereka meninggalkan Madinah.

Keraguan terhadap Rasulullah

Setelah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar pada tahun 2 Hijriah, posisi Rasulullah di Madinah semakin kuat. Kemenangan tersebut disebut membuat sebagian orang Yahudi semakin menyadari bahwa Muhammad adalah sosok yang memiliki kedudukan penting sebagaimana ciri-ciri yang mereka kenal dari kitab mereka.

Namun, mereka tetap menolak beriman kepada Rasulullah. Salah satu sebab yang disebut dalam sejumlah penjelasan sejarah adalah fanatisme kesukuan dan penolakan terhadap kenyataan bahwa Nabi Muhammad berasal dari bangsa Arab, bukan dari Bani Israil.

Ketika kaum Muslimin mengalami kekalahan dalam Perang Uhud, kondisi tersebut semakin memperbesar keberanian sebagian pihak untuk menentang Rasulullah. Dalam situasi inilah ketegangan dengan Bani Nadhir semakin meningkat.

Rencana Pembunuhan terhadap Rasulullah

Salah satu rangkaian peristiwa yang kemudian mengantarkan pada konflik dengan Bani Nadhir adalah kasus Bi'r Ma'unah. Dalam peristiwa tersebut, sekitar 70 sahabat yang diutus untuk mengajarkan Al-Qur'an terbunuh akibat pengkhianatan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |