loading...
Sejarah mencatat bahwa Tahun Baru Hijriyah diawali bukan dari hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau yang lainnya. Tetapi diawali dari peristiwa Hijrahnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Foto ilustrasi/ist
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang hikmah di balik pergantian Tahun Baru Hijriyah . Tahun baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriyah insya Allah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026.
Pergantian tahun ini hendaknya kita maknai dan syukuri. Berikut Khotbah Jumat tentang hikmah tahun baru disampaikan oleh Dr Iswahyudi MA, ketua Aswaja Center NU Ponorogo.
Khotbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
وقَالَ اللهُ تَعَالى ااِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah!
Pada kesempatan berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi (melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya). Ketahuilah! tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa di hadapan Allah kecuali takwa kita kepada Allah SWT.
Kaum Muslimin Sidang Jumat rahimakumullah!
Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena diberi amanah umur yang panjang, diberi amanah kesehatan sehingga kita bisa menemui kembali tahun baru umat Islam. Ini menandakan bahwa secara kuantitatif umur kita semakin banyak dan secara kalkulatif ini menunjukkan bahwa kematian semakin dekat. Pergantian Tahun Baru Hijriyah ini harus kita beri makna. Makna ini penting agar pergantian tahun baru tidak hanya sekadar regularitas yang terjadi setiap tahun, tetapi pergantian tahun yang mengandung hikmah dan pelajaran berharga.
Pertama, sejarah mencatat bahwa Tahun Baru Hijriyah diawali bukan dari hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bukan pula dari peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, atau yang lainnya. Tetapi diawali dari peristiwa Hijrahnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Hal ini disebabkan karena banyaknya ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang Hijrah. Di antaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 100:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

















































