loading...
Isi dan kandungan Surat Al Maun, sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini karena memberikan gambaran tentang hubungan antara ibadah dan kepedulian sosial. Foto istimewa
Rajin salat, puasa, dan menunaikan ibadah lainnya belum cukup menjadi ukuran kesalehan seorang Muslim. Islam juga menuntut kepedulian terhadap sesama , terutama kepada anak yatim dan fakir miskin.
Menurut Ustaz Anis, Dai Pondok Pesatren Al Hikam Malang, pesan dari Surat Al-Ma’un sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini karena memberikan gambaran tentang hubungan antara ibadah dan kepedulian sosial.
Dalam Surat Al-Ma’un, Allah SWT mengecam orang-orang yang disebut mendustakan agama. Menariknya, ciri yang disebutkan dalam surat tersebut bukan semata-mata orang yang tidak percaya kepada Allah SWT, melainkan mereka yang bersikap buruk terhadap anak yatim dan tidak memiliki kepedulian terhadap orang miskin.
Ustaz Anis menjelaskan, seseorang tidak seharusnya merasa cukup hanya dengan menjalankan berbagai ritual keagamaan jika ibadah tersebut tidak melahirkan kepedulian kepada orang lain. “Yang disebut mendustakan agama bukan mereka yang tak percaya pada Allah, tapi mereka yang salat, puasa, haji, tapi menutup mata terhadap penderitaan orang lain,” ujarnya.
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Jailani : Iman Bukan Sekadar Ibadah, tapi Juga Kepekaan Sosial
Menurut dia, ketulusan dalam beribadah seharusnya tercermin dalam kehidupan sosial. Semakin baik hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT, semestinya semakin kuat pula kepeduliannya terhadap sesama.
Dua Kritik dalam Surat Al-Ma’un
Ustaz Anis kemudian mengutip tafsir Syaikh Wahbah Zuhaili yang menjelaskan bahwa Surat Al-Ma’un setidaknya memberikan perhatian pada dua persoalan utama.
Pertama, tentang orang yang tidak memiliki empati dan kepedulian sosial, terutama terhadap anak yatim dan fakir miskin. Kedua, tentang orang-orang yang menjalankan ibadah tetapi melakukannya untuk pencitraan, mencari pujian, atau dilihat oleh manusia.
Dengan demikian, Surat Al-Ma’un tidak hanya berbicara mengenai kewajiban beribadah, tetapi juga mengingatkan bahaya kesalehan yang kehilangan kepedulian sosial.
Ustaz Anis juga mengutip sebuah sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam kitab Nashoihul Ibad:


















































