Arab Saudi Akan Beli 48 Jet Tempur Siluman F-35, Intelijen AS Khawatir China Curi Teknologinya

2 hours ago 20

loading...

Arab Saudi akan membeli 48 jet tempur siluman F-35, tapi intelijen AS khawatir China curi rahasia teknologi pesawat itu melalui spionase di Saudi. Foto/The Straits Times

WASHINGTON - Komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatiran dalam laporan internal mengenai kemungkinan aksi spionase China terkait rencana penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 kepada Arab Saudi senilai USD24 miliar.

Menurut sejumlah pejabat AS, yang dikutip The New York Times, Kamis (17/9/2026), analis intelijen mempertimbangkan kemungkinan China memperoleh rahasia teknologi F-35 melalui kegiatan mata-mata di Arab Saudi maupun lewat hubungan kemitraan militer dan keamanan Beijing dengan Riyadh.

Baca Juga: Singapura Beli 20 Jet Tempur Siluman F-35 Rp71 Triliun, Mengapa 12 Unit Justru Ditempatkan di AS?

Salah satu laporan terperinci yang diterbitkan beberapa bulan lalu oleh Defense Intelligence Agency (DIA) Pentagon membahas akses militer China ke pangkalan-pangkalan Saudi serta penggunaan teknologi China dalam infrastruktur telekomunikasi Arab Saudi.

Laporan tersebut juga mempertanyakan apakah AS dan Arab Saudi mampu menjaga keamanan fasilitas yang akan digunakan untuk menyimpan dan mengoperasikan teknologi F-35.

Laporan itu telah beredar di sejumlah lembaga pemerintahan AS dan kantor-kantor Kongres, bersamaan dengan penilaian dari badan-badan intelijen lainnya.

Pada musim gugur 2025, DIA juga menerbitkan laporan yang lebih umum mengenai risiko serupa ketika pemerintahan Donald Trump sedang membahas kemungkinan penjualan F-35 kepada Saudi, sebagaimana dilaporkan The New York Times saat itu.

Presiden Donald Trump kemudian mengumumkan kesepakatan penjualan tersebut sehari sebelum menjamu Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi, di Gedung Putih pada November.

Kini, proses penjualan telah memasuki tahap yang lebih maju. Laporan DIA terbaru bahkan memuat kekhawatiran yang lebih tajam, termasuk persoalan teknis.

Pada Juni, Departemen Luar Negeri AS mengirimkan paket usulan penjualan yang mencakup 48 unit F-35 dan satu mesin cadangan kepada dua komite Kongres untuk memperoleh persetujuan informal.

Sejumlah anggota parlemen dan staf Kongres telah mendesak pemerintahan Trump memberikan penjelasan mengenai kekhawatiran yang disampaikan badan-badan intelijen tersebut.

Para pejabat AS yang mengungkapkan informasi itu meminta identitas mereka dirahasiakan karena isu spionase dan urusan militer tersebut sangat sensitif.

Departemen Luar Negeri, Pentagon, dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak berkomentar. Gedung Putih dan Kedutaan Besar China juga tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |