Kemampuan Nuklir Israel: Rahasia di Balik Kabut Tak Terlihat Namun Nyata

10 hours ago 21

loading...

Kemampuan Nuklir Israel. FOTO/viet

JERUSALEM - Meskipun tidak pernah diakui secara resmi, Israel diyakini telah lama memiliki persenjataan nuklir, bersama dengan program pengembangan yang belum pernah berada di bawah pengawasan internasional.

Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, menuduh Teheran hampir mengembangkan bom atom. Ini juga merupakan alasan utama yang dikutip AS untuk melancarkan perang paling intens saat ini.

Namun, Israel juga diyakini memiliki program senjata nuklir rahasia yang telah ada selama beberapa dekade dan masih terus berkembang.

Kapan Israel memperoleh senjata nuklir?
Sejak didirikan pada tahun 1948, dalam konteks pasca Perang Dunia II dan Holocaust, para pemimpin Israel telah menetapkan bahwa kepemilikan senjata nuklir sangat penting untuk pertahanan nasional.

Komisi Energi Atom Israel didirikan pada tahun 1952. Ketua pertamanya, Ernst David Bergmann, pernah menyatakan bahwa bom nuklir akan memastikan “kita tidak akan pernah lagi digiring seperti domba ke tempat penyembelihan,” menurut Jewish Virtual Library.

Beberapa peneliti menduga bahwa Israel mulai membangun fasilitas pengembangan senjata nuklir pada tahun 1958 di dekat kota Dimona di Israel selatan.

Sebuah laporan intelijen AS yang baru-baru ini dideklasifikasi dari Desember 1960 menunjukkan bahwa proyek Dimona mencakup pabrik pengolahan ulang untuk produksi plutonium dan terkait langsung dengan program senjata nuklir.

Menurut Arms Control Association (ACA), sekitar tahun 1967, Israel secara diam-diam dan berhasil mengembangkan kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir. Pada tahun 1973, Amerika Serikat "yakin bahwa Israel memiliki senjata nuklir."

Israel tidak termasuk di antara hampir 40 negara, sebagian besar di Eropa dan Asia, yang dilindungi oleh "payung nuklir" AS. Menurut para ahli, kurangnya perlindungan ini bagi Israel juga merupakan pengakuan tersirat bahwa negara tersebut sudah memiliki persenjataan nuklir sendiri dan tidak membutuhkan perlindungan pihak ketiga.

"Pada akhirnya, Israel masih percaya bahwa keamanan negaranya sendiri harus dijamin oleh dirinya sendiri, dan mereka akan melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan hal itu," kata Alexander K. Bollfrass dari IISS Institute di London.

“Secara resmi, Israel tidak akan mengkonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir,” tambah Bollfrass.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |