JK: Rupiah Jeblok Kena Efek Tarif Trump Untungkan Eksportir

14 hours ago 15

loading...

Kebijakan tarif resiprokal dari AS Donald Trump menyebabkan pelemahan terhadap rupiah. FOTO/dok.SINDOnews

JAKARTA - Kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebabkan pelemahan terhadap rupiah. Bahkan diproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mencapai Rp17.000 per USD dalam waktu dekat.

Menurut Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengatakan masyarakat tidak perlu risau dan khawatir soal potensi pelemahan rupiah. JK mengungkapkan ada potensi positif dan negatif terhadap pelemahan rupiah.

"Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir bahwa rupiah melemah, ada efek positif dan negatifnya," ujar JK saat ditemui di kediamannya kawasan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (5/4/2025).

Dia mengatakan depresiasi rupiah justru menguntungkan bagi eksportir. Meskipun dampak negatifnya merugikan para importir. "Bagi yang mengimpor negatif, bagi yang mengekspor positif," jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, lanjut JK, para eksportir bisa menurunkan harga jual dalam bentuk USD, tanpa harus mengorbankan keuntungan yang diambil dalam bentuk rupiah.

"Kalau rupiah melemah artinya kita turunkan harga USD. rupiah-nya tetap. Jadi katakanlah pengusaha garment di Bandung dimana kalau USD per Rp17.000. Supaya harganya di Amerika yang murah turunkan USD1 tidak apa-apa, dia tetap menerima rupiah yang sama,” paparnya.

Lebih lanjut, penerapan tarif timbal balik hanya menambah beban masyarakat dan pengusaha di AS, lantaran harga jual menjadi lebih mahal lagi. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat di kawasan tersebut. "Yang kena efek bayarnya itu orang Amerika. Jangan lupa, yang bayar Amerika," tandas JK.

(nng)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |