loading...
Iran ancam gunakan senjata yang sangat ditakuti AS dan Israel, klaim bisa sebabkan pasukan musuh serangan jantung. Foto/Iran Press
WASHINGTON - Iran telah mengancam akan menggunakan senjata baru dalam perang melawan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Senjata tersebut diklaim sangat ditakuti oleh pasukan musuh dan dapat menyebabkan mereka serangan jantung.
Ancaman tersebut dilontarkan komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS—sebuah rencana yang juga akan menunda diskusi tentang program nuklir Teheran.
Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran
Alih-alih setuju dengan proposal Iran, Trump justru memutuskan untuk melanjutkan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Irani mengatakan Republik Islam Iran akan segera menghadapi pasukan musuh dengan senjata yang sangat ditakuti. Dia tidak merinci detail senjata yang dimaksud.
"Dan itu tepat di sebelah mereka [juga]...Saya harap mereka tidak akan mengalami serangan jantung," katanya merujuk pada senjata tersebut, sebagaimana disiarkan Press TV Iran.
Dia juga mengejek strategi pemerintahan Trump untuk memaksa Teheran ke meja perundingan menggunakan tekanan ekonomi dengan memblokir perdagangan minyak Iran melalui Selat Hormuz.
Dia mengatakan bahwa musuh telah salah mengira bahwa mereka akan mencapai hasil yang mereka inginkan melalui serangan agresi terbaru terhadap Iran dalam waktu sesingkat mungkin. "Asumsi itu kini telah menjadi lelucon di akademi militer," katanya, yang dilansir NDTV, Kamis (30/4/2026).

















































