loading...
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikabarkan masuk dalam bursa calon Menteri Keuangan di tengah wacana pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI). Spekulasi itu mengemuka seiring kemungkinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diusulkan menjadi Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo.
"Sesuai Undang-Undang, Presiden akan mengusulkan calon Gubernur Bank Indonesia untuk mendapatkan persetujuan DPR RI (Komisi XI)," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit, dikutip Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Purbaya Dikabarkan Masuk Bursa Gubernur BI, Ini Tiga Kandidat Kuat Jadi Menkeu
Kepemimpinan BI saat ini dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara Gubernur BI sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto selanjutnya akan mengajukan calon gubernur definitif kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan.
Salah satu nama yang banyak diperbincangkan sebagai calon Gubernur BI adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya dinilai memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan keuangan, mulai dari staf khusus di sejumlah kementerian koordinator, anggota Komite Ekonomi Nasional, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025, hingga menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025.
Ekonom Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita mengatakan calon Gubernur BI harus memiliki kapasitas teknokratik yang kuat, termasuk memahami transmisi kebijakan suku bunga, stabilitas sistem keuangan, serta dinamika arus modal global.
Apabila Purbaya berpindah ke Bank Indonesia, sedikitnya terdapat tiga nama yang disebut berpeluang mengisi jabatan Menteri Keuangan, yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan anggota Dewan Ekonomi Nasional Muhammad Chatib Basri.
Budi Gunadi Sadikin dikenal luas sebagai bankir sebelum bergabung ke pemerintahan. Pria kelahiran 1964 itu menyelesaikan pendidikan Sarjana Fisika Nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988, kemudian melanjutkan pendidikan di bidang ekonomi di Washington University, Amerika Serikat.

















































